banner 140x600
banner 140x600
SWARA DAERAH

Jurusan Mekanik Berkurang, SMKN 2 Ternate Kembangkan Tehknik Pengelasan

151
×

Jurusan Mekanik Berkurang, SMKN 2 Ternate Kembangkan Tehknik Pengelasan

Share this article
banner 336x280

Swaramalut,com, Ternate

Dari tahun ke tahun peminat jurusan mekanik industri berkurang, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 (SMKN 2), Kota Ternate, akan kembangkan jurusan tehknik pengalasan. Hal tersebut disampaikan oleh kepala sekolah SMKN 2 Drs. Kamaludin Ahmad, MM. Jumat (red kemarin) (30/08/2019).

“Kenapa jurusan tehknik pengalasan kami kembangkan?, karena kita berpikir untuk prosepek kedepan. Sebab kalau kita lihat di Kota Ternate, tenaga las sangat dibutuhkan. Sementara Sumber Daya Manusia kita sangat terbatas,”ujar Kamaludin pagi tadi diruang kerjanya.

Maka mau tidak mau, tenaga ahli dari luar akan diimpor. Tentu suatu saat akan terjadi caos” di masyarakat terjadi gejolak sosial. Maka dari itu harus jelih melihat kondisi ini.

SMKN 2 Ternate ini, kata kepsek, ada tujuh bidang keahlian dari tujuh bidang keahlian tersebut di uraikan kurang lebih 30 jurusan yaitu bangunan empat jurusan, geometika dua, listrik empat, dan Otomotif 6 jurusan. Lalu ada juga TI empat jurusan, tehknik kompuiter, jaringan, multi media, dan RPL perangkat lunak dan sebagainya. Bila ini di kembangkan tentu akan menjadi banyak.

“Tapi yang dikembangkan di SMKN 2 saat ini yaitu jurusan teknik instalasi listrik terdiri dari dua jurusan yang sebelumnya satu yakni instalasi tenaga listrik, dan pendingin tata udara. Kami membuka jurusan pengalasan ini sesuai dengan kondisi ril animo masyarakat dan peluang kerja nanti,”jelas Kamaludin.

Selain jurusan tehknik bangunan juga tekhnik gambar bangunan atau dikenal desain permodelan. Ia menjelaskan pihaknya membuka tehknik pengalasan untuk memiliki sarana prasarana yang banyak, agar pihak sekolah melakukan praktek, maka tidak perlu lagi adanya pengadaan besar-besaran, tapi fasilitas yang lama dan guru-guru lama dipakai.

“Jangan sampai bila dibuka jurusan baru, maka guru-guru tidak ada sarana prasarana. Tentu ini juga naif. Maka dikembangkan jurusan pengalasan sesuai dengan sarana prasarana dan guru yang ada. Meskipun nanti ada beban kerja guru terus bertambah seperti apa, tapi bisa menyesuaikan,”papar Kamaludin.

Kamaludin berharap, Maluku Utara, harus dilihat prospek-Nya kedepan, tidak perlu ribut karena ini merupakan kelemahan. “Bila ingin membuka daerah baru dalam dunia pendidikan, maka apa yang harus kita siapkan? sementara apa yang harus siapkan kita tidak punya,”ucap nya.

Lanjut, bila suatu saat nanti tenaga ahli di impor dari luar baru terjadi kesenjangan sosial maka itu akan berdampak pada masalah sosial, sehingga pemerintah yang menjadi pusing”tutupnya mengakhiri..#MI

banner 336x280
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!