- SOSIAL/BUDAYA, SWARA HALBAR, SWARA TERKINI

Keaslian Saro-saro Masih Melekat Didesa Bukubualawa Bagian Barat Halmahera

Swaramalut.com, Halbar

Saro-saro adat istiadat yang biasa digelar pada saat pernikahan di provinsi maluku utara,keasliannya masih melekat didesa bukubualawa kecamatan jailolo kabupaten Halmahera barat(Halbar),Minggu(9/9/2018).

Saro-saro ini adalah suatu bentuk doa atau permintaan yang sifatnya ritual dan mengandung makna filosofis dalam tradisi kehidupan masyarakat Maluku utara.

Menariknya saro-saro ini sering digelar masyarakat maluku utara pada saat acara pernikahan,dengan bentuk Permintaan atau doa yang tertuang dalam bentuk pangan dan disuguhkan pada kedua mempelai disampaikan oleh ibu-ibu setempat yang dalam bahasa Ternate disebut Yaya se Goa.

Seiring berjalnnya waktu saro-saro perkawinan mulai berubah dari yang biasanya dilaksanakan dengan seragam baju adat, kini banyak yang menggunakan pakaian busana,gamis atau sejenisnya,namun lainhal yang terjadi didesa tauro kecamata jailolo ini,saro-saro perkawinan yang digelar masih melekat keasliannya dengan menggunakan baju adat asli untuk pelaksanaan saro-saro.

Hal ini terlihat saat pelaksanaan pernikahan salah satu masyarakat didesa bukubualawa pada minggu(9/9/2018),keluarga mempelai perempuan dan lelaki didesa tersebut menggunakan pakaian adat berbentuk kebaya dengan rok yang dipadukan dengan sanggul/konde dirambut masing-masing,serta tidak menggunakan sendal.

Menurut Amin Yusup,warga desa bukubualawa, bahwa sejauh ini dalam menggelar tradisi saro-saro, mereka masih tetap menggunakan,pakaian dan makanan yang diharuskan tanpa mengurangi nilai adatnya.

Lanjut Amin,mereka tetap menggunakan cara-cara asli, sebab didesa mereka sudah menjadi keharusan,serta hal ini merupakan rasa hormat mereka terhadap adat istiadat maluku utara.

“kami jalankan ini agar anak cucu kami tidak melupakan adat yang sebenarnya dan bisa meneruskan apa yang kami tinggalkan kedepan nanti,”akunya.

“bagaimana kedepan anak cucu kita menjadi generasi yang tidak melupakan adat istiadat leluhurnya,”singkat Amin.#iin

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!