banner 140x600
banner 140x600
HUKUM/KRIMINALSWARA DAERAH

Ketua PGRI Morotai Arafik, Resmi Dilaporkan Ke Polisi Atas Menyebarkan Berita Hoax

117
×

Ketua PGRI Morotai Arafik, Resmi Dilaporkan Ke Polisi Atas Menyebarkan Berita Hoax

Share this article
banner 336x280

Swaramalut.com, Morotai

Nasib naas menimpah Arafik M. Rahman atas pemberitaan pada media masa beberapa waktu lalu nampaknya mengundang bencana , berita yang bertajuk “PGRI DESAK GUBERNUR EVALUASI KEPSEK MALAS” kini menuai reaksi dari ratusan Guru SMA dan SMK yang bertugas di Kabupaten Pulau Morotai.

Tampa basa-basi, pagi tadi pukul 09.50 wit, mengatasnamakan Forum Guru SMA/SMK Kabuapten Pulau Morotai mendatangi Kantor Kepolisian Resort (Polres) Morotai untuk memasukan delik aduan terkait penyebaran berita bohong dan pencemaran nama baik.

Kordinator FG-SMA/SMK Ibrahim M. Saleh, pada awak media, Senin (23/12/2019), membeberkan dasar pengaduan yang diadukan oleh pihaknya ke Polres Pulau Morotai, atas pemberitaan yang dilakukan oleh Arafik.

“Saudara arafik telah menyebarkan berita bohong lewat media, dalam pemberitaanya belau menuding Sejumlah Kepsek malas ke sekolah dan sering berada di ternate tampa kegiatan yang jelas, selain itu beliau juga mengatakan guru SMA /SMK berkinerja buruk, bukan hanya itu kepala cabang dinas pun disikat dengan tudingan pasif dalam pelayanan,” kata Iber sapaan akrabnya.

Lanjut dia, yang menjadi titik permasalahan dalam pemberitaan tersebut adalah beliau mengatakan pihaknya melakukan monitoring tapi faktanya tidak teregistrasi dalam buku tamu pada sekolah-sekolah yang beliau sebutkan.

“Katanya hasil monitoring kok tidak terregister pada buku tamu sekolah, ini bohong bukan?,” Ujarnya.

Sementara itu, Ketua MKKS SMK Yatman Taba, S.Pd.i menyesali sikap dan tindakan yang dilakukan oleh saudara Arafik M. Rahman. Bagi dia, sosok seorang arafik ini membingungkan, kenapa tidak, masa seorang ketua organisasi bukan melindungi profesi anggotanya kok malah menjatuhkan marwah anggota dan organisasinya sendiri.

“Dia itu (arafik) perlu banyak belajar tentang tata cara berorganisasi, sebab organisasi PGRI bukan seperti tong bataria pake sound sistem. Tapi harus di pahami pahami fungsi dan tugas pokok PGRI itu,” kata Yatman.

Terpisah, Kepala cabang dinas Samjar Forno, saat dikonfirmasi terkait pengaduan FG-SMA/SMK dan tudingan yang dialamatkan kepadanya, bahwa pihaknya pasif dalam pelayanan, dirinya menggeleng-geleng kepala dengan menyesali tindakan Arafik tersebut.

“Kalau laporan FG-SMA/SMK itu haknya mereka karena mereka merasa nama baiknya tercemar, saya ini bingung dengan Ketua PGRI, PGRI itukan organisasi Non Pemerintah dan hubungannya dengan Cabang dinas itu adalah mitra kerja, artinya kalau ada guru yang malas, kepsek yang malas atau sering ke ternate setidaknyakan bisa konfirmasi ke saya ataupun bisa langsung kordinasi dengan kepsek-kepsek yang ditudingkan itu biar terkonfirmasi kegiatanya diluar, jangan hanya duduk ditempat dan beropini, Jangan-jangan beliau tidak paham tentang aturan main organisasi PGRI yang dia pimpin,” kata Samjar.

Ia menambahkan, tiga bulan terakhir ini banyak kegiatan baik dalam kabupaten maupun diluar kabupaten. “Kalau dia benar-benar datang ke sekolah atau ke kantor kami, maka akan terjawab seluruh kegiatan-kegiatan kepsek, guru, pegawai dan kegiatan saya pun akan diketahu, kalau cuman duduk minum kopi bagimana mau,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SPKT Polres Morotai Ipda Abdul Haris Alwan, saat di temui wartawan membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, kepolisian telah menerima laporan dari forum guru pulau morotai, namun baru sebatas laporan mediasi. Untuk proses selanjutnya di rencanakan pada hari kamis (26/12/) terlapor akan di panggil dan di mintai keterang terkait dengan berita yang menyusutkan para kepala Sekola dan Guru.

“Untuk Surat pemanggilan terlapor suda di buat dengan nomor B/222/XII/2019/Res P. Morotai. Perihal undangan menghadap.
Berdasarkan pengaduan dari Forum Guru SMA/SMK pulau Morotai, tentang pencaran nama baik,” kata Abdul..#amt

banner 336x280
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!