- SWARA HALBAR, SWARA TERKINI

Komisi lll DPRD Halbar Bakal Gelar RDP Soal Polemik Pasar Rakyat Gufasa

Swaramalut.com, Halbar

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) dalam waktu dekat ini, bakal melakukan pemanggilan kepada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Usahakan Kecil Menengah (PrinGelardakop-UKM) Halbar dan Dinas Perhubungan (Dishub) Halbar.
Panggilan tersebut untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait polemik pembangunan Pasar Rakyat Jailolo yang terletak di Desa Gufasa.

“Di pekan ini kami (komisi III) dan komisi II akan melakukan RDP untuk koordinasi dengan Disperindagkop-UKM Halbar dan Dishub Halbar, untuk membahas pemberitahuan surat ke DPRD Halbar terkait pembangunan pasar rakyat Jailolo,”kata anggota komisi III DPRD Halbar Mahdin Husen kepada wartawan kemarin.

Menurutnya, terkait dengan polemik masuknya surat itu nanti dari pihak Disperindag mengaku sudah mamasukan surat pembangunan pasar rakyat tersebut ke DPRD. Namun pihaknya mengaku belum dapatkan surat masuk itu, nanti terkesan aneh dan ujung ujungnya DPRD yang disalahkan.”Padahal betul surat itu memang kami tidak dapat sebelumnya dan nanti didapatkan surat masuk pada 4 Oktober lalu,”ujarnya

Lanjutnya, pihaknya juga meminta Bupati Halbar Danny Missy, untuk mengevaluasi kinerja Plt Sekwan DPRD Halbar Hadijah Sergi, lantaran lambat dalam melakukan kinerja terkait surat masuk dan keluar.

“Saya secara lembaga dan fraksi PKS mendesak agar Bupati Halbar mengevaluasi Sekwan DPRD Halbar, karena jika itu memang surat penting terkait dengan pembangunan infrastruktur Halbar kenapa harus tertunda di tangan pimpinan Wakil Ketua II DPRD Halbar dengan waktu yang cukup lama.

“Kerja-kerja Sekwan itu mengontrol surat masuk dan keluar dan jika surat itu penting maka meminta staf untuk ingatkan pimpinan terus menerus bukan nanti kami sudah turun lapangan baru esoknya dapat surat pemberitahuan ada pekerjaan ini kan aneh,”jelasnya

Disisi lain Wakil Ketua I DPRD Halbar Ibnu Saud Kadim menegaskan pembangunan pasar tersebut dipastikan berhujung dengan hutang. Pasalnya pembangunan tersebut dibangun diakhiri tahun ini

“Saya pastikan proyek itu akan timbul hutang. Karena bangun sudah akhir tahun padahal pembangunan itu bersumber dari APBN 2018,”pungkasnya.#iin

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!