- SWARA TERKINI, SWARA TERNATE

Noffendri : Ketua IAI Malut Terpilih Tingkatkan Peran IAI Dan Apoteker Di Malut

Swaramalut.com, Ternate

Demi meningkatkan pelayanan Apoteker kepada masyarakat Maluku Utara, tentu harus melakukan peningkatan kompetensi Apoteker di Malut. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jendral DPP Ikatan Apoteker Indonesia (IAI)  Noffendri, S.Si., Apt. Kepada Wartawan Swaramalut.com, pada acara Konferensi Daerah (Konferda) Seminar Nasional dan Senam Dagasibu, di Royal’S Resto. Sabtu (12/01/2019).

“Terkait dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh Ikatan Apoteker Indonesia pengurus daerah Maluku Utara, ini menyangkut dengan peningkatan kompetensi Apoteker di Malut, karena zaman saat ini semua pelayanan harus memiliki teknologi Digital,”ujar Noffendri kepada Reporter Swaramalut.com.

Noffendri berharap, teman-teman Apoteker di Malut, bisa mengantisipasi perubahan perkembangan teknologi, agar layanan Farmasi yang selama ini dijalankan harus menyesuaikan dengan era Digital. Karena kalau tidak, nanti masyarakat akan tertinggal maka mereka akan lebih percaya dengan peralatan diluar dari Digital. Semestinya  masyarakat percaya dengan kemampuan Apoteker yang ada.

Sebab kata Sekjen, sejauh ini ia melihat pelayanan Apoteker sudah sangat bagus, tapi karena masih Konvensional, maka dibuka sistem Digital. “Sekarang ini menyuapkan pelayanan akan lebih gampang yang di jangkau oleh masyarakat. Nah ini nanti akan ada tredi teknologi yang membantu, tapi pemain utamanya tetap adalah tenaganya,”kata Noffendri.

Sekjen meminta, teman-teman tidak alergi dengan teknologi yang ada tapi justru menyesuaikan diri supaya menjadi pemain yang utama, sehingga dengan teknologi yang ada kita bisa belanja ke toko-toko dan tempat-tempat  lain dengan menggunakan Sistem Online.

“Bila hal ini kita terapkan, maka pelayanan Ke Farmasian Apoteker akan dinial oleh masyarakat dengan baik. Jadi kita harus siap supaya  masyarakat lebih berani memberikan  penilaian secara langsung dengan sistem digital. Terkait pelayanan ke Farmasian yang diberikan oleh Apoteker,”jelas Noffendri.

Maka dari itu, kata dia, topik yang diangkat pada kegiatan Konferda hari ini yaitu tentang Optimalisasi Kompotensi Apoteker Dalam Pelayanan Kefarmasian di Era Disrupsi yang Berbasis Pada Keselamatan Pasien. “Jadi tadinya manual mengarah ke Online. Maka dengan adanya teknologi tersebut sangat  memudahkan kita. Tapi jangan teknologi menjadi pemeran utama namun yang menjadi pemeran utama adalah kita,”tuturnya. 

Dikatakan, hal-hal yang sampaikan dalam Konferda yaitu meminta kepada pemerintah Malut, untuk mendukung, sebab dengan adanya teknologi masyarakat akan gampang mendapatkan obat, dengan menggunakan Website, sehingga mereka bisa menemukan  kemudian bisa menilai obat keras, obat resep dokter dengan gampang karena melalui  teknologi. 

“Maka kewajiban yang perlu dilakukan Apoteker adalah mencerdaskan masyarakat. Kemudian kami memiliki program yaitu Dagusibu. Dagusibu ini merupakan akronim Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar. Jadi masyarakat harus dicerdaskan dengan cara yaitu bagaimana cara mendapatkan obat dengan benar, bagaimana cara menggunakan obat dengan  benar, bagaimana cara menyimpan obat secara benar, dan bagaimana membuang obat dengan benar,”jelas Noffendri.

“Nah bila kita sudah mencerdaskan  mereka seperti ini, maka masyarakat sudah tau memilih untuk bisa membeli obat ke Apotek karena memiliki izin. Maka sudah tentu mereka tidak akan membeli obat melalui internet atau melalui situs-situs, karena tidak memiliki izin. Kemudian yang diperlukan untuk cerdaskan yang namanya Gadusibu ini didukung oleh pemerintah, sebab tujuannya untuk menyelamatkan masyarakat dari bahaya penggunaan obat-obatan secara tidak benar,”tuturnya.

Disentil peran IAI di Malut, ia melihat sejauh ini peran dari IAI sudah sangat bagus dimana ada penambahan jumlah anggota, sehingga di Malut naik signifikan dengan memiliki anggota diatas 300 orang, di 10 Kabupaten/Kota yang ada di Malut. “Disemua Kabupaten dan Kota kita sudah banyak Apoteker yang sudah menempati sarana-sarana di Puskesmas. Hal ini tidak terlepas peran dari pengurus daerah Malut. Makanya pertambahan Apoteker disini cukup cepat. Dan ini menunjukkan pengurus daerah disini bagus,”kata Noffendri.

Selain itu, Sekjen juga menambahkan, fungsi dan tanggungjawab Apoteker itu perannya ada di pasal 108 nomor 36 tahun 2019 tentang kesehatan. Kemudian Apoteker ini berperan dimulai dari penyedian obat, menjaga produksi obat di industri obat dan mendistribusikan melalui Distributor sampai ke Apotek, klinik, rumah sakit, puskesmas sampai ke tangan pasien. 

“Inilah peran Apoteker. Kemudian satu-satunya di dunia Apoteker diberikan peran semenjak dari memproduksi sampai di terima oleh masyarakat ini hanya  berlaku di Indonesia. Bila dilihat hal tersebut tentu peran Apoteker sangat kuat. Jadi kalau urusan menyangkut obat di Indonesia itu di percayakan ke Apoteker oleh pemerintah,”jelas Noffendri.

Sekjen berharap, Ketua IAI Malut, yang baru terpilih periode 2019-2023 yaitu Bapak Mufti, lebih meningkatkan peran Apoteker dan Ikatan Apoteker Indonesia di daerah Maluku Utara, untuk 5 tahun kedepan. Sehingga dengan keberadaan IAI dan pelayanan Apoteker tersebut dapat bermasyarakat bagi masyarakat dan untuk pemerintah daerah.#MI

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!