- SWARA MOROTAI, SWARA TERKINI

Paripurna Penandatanganan Nota Kesepahaman Dokumen KUA PPAS 2019 Batal”Ada Apa..!!!

Swaramalut.com, Morotai

Sidang Paripurna Penandatanganan  Nota Kesepahaman Dokumen KUA PPAS 2019 yang di gelar DPRD bersama Pemda Kab. Pulau Morotai, di ruang rapat DPRD pulau morotai, Senin (10/12/2018) pukul 21.00 Wit kembali batalkan. Pasalnya, ada interupsi dari anggota DPRD tentang Perda Multi year yang di abaikan dan di tolak dalam dokumen KUA PPAS 2019.

Pimpinan sidang Fahri Haerudin, di dampingi wakil ketua Rasmin Fabanyo dan 9 anggota DPRD. Hadir dalam sidang tersebut wakil Bupati Pulau Morotai Asrun Padoma, Kejari Kepulauan Morotai Supardi, Mewakili Danlanal Kapten laut (T) Dwi Agung, mewakili Danramil Pelda Murat, Mewakili Danlaud kapten Kal Agus Bangun Utomo, Mewakili Unipas Irfan dan beberapa pimpinan SKPD pulau morotai.

Fahri Haerudin saat membacakan dokumen KUA PPAS 2019, tentang empat ranperda Multi year yang di batalkan Oleh 3/4 anggota Banggar, namun mendapat interupsi dari anggota Banggar yang tidak hadir dalam pembahasan dokumen KUA PPAS beberapa waktu lalu. 

Interupsi itu, datang dari Anghay Tanjung  yang juga sebagai anggota Banggar. Menurutnya, peraturan daerah (Perda) Multi year yang di ajukan Pemda pulau Morotai harus di setujui pada sidang malam ini, karena sangat di butuhkan oleh masyakat pulau morotai terutama orang Kristen.

“interupsi ketua, kenapa Perda Multi year untuk pembangunan gedung Eokumene di tolak. Itu kebutuhan orang Kristen jadi harus malam ini di sahkan tidak boleh di batalkan, “Ungkapnya.

Menanggapi persoalan itu, wakil ketua DPRD Pulau Morotai Rasmin Fabanyo anggat bicara. Menurutnya, tahapan pembahasan dokumen KUA PPAS 2019 kita suda lewati dan pada malam ini, rapat paripurna penandatanganan nota kesepahaman. Jadi, Klu Anda tidak setuju silakan keluar karena pembahasan Banggar itu di hadir 3/4 anggota Banggar, itu sah.

“Klu Anda tudak suka silakan keluar, karena malam ini penandatanganan nota kesepahaman. Bukan lagi kita kembali ke pembahasan dulem KUA PPAS 2019, itu kita suda lewati,”jelas Rasmin.

Perlu di ketahui empat ranperda yang di batalkan, Perda Mesjid Raya, Gedung Eokumene, Bantuan dana Hiba ke unipas dan gedung bumdes dengan total anggaran Rp. 25 miliar..#amt

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!