- SWARA KEPSUL/TALIABU, SWARA TERKINI

Pembangunan Drainase Didesa Fogi Menuai Keluahan Warga

Swaramalut.com,Kepsul

Dinilai bermasalah Warga  mempertanyakan Pembangunan Pekerjaan Draenase yang berlokasi dijalan Poros Emalamo Desa Fogi Rt/Rw 00,11/00,12 Kompleks Wai’goiben DUSUN III, dampingi langsung oleh Yayasan Kajian Advokasi-Bantuan hukum (YKA-BH) Juanga ,minggu(30/12/2018)sekitar, 11:05 pagi Tadi.

Apa yang warga lakukan disebabkan saat curah Hujan terjadi genangana Air, dan Mulut Darainase Tidak Merata Dengan permukaan tanah, sehingga Berdampak buruk Pada Masyarakat yang ada disekitarnya. 

Salah satu warga Ratib Umasugi (36), Menjelaskan keluhannya bahwa ketakutannya saat hujan turun, Air tidak mengalir malah meluap tidak masuk ke saluran drainase yang ada”Kondisi yang katong lia malah akan terjadi seperti itu, makanya torang Pending sementara, untuk mencari sulusi yang baik.”Ungkap Ratib Menggunkan Bahasa daerah.

Seperti yang kita ketahui Pekerjaan Dengan Nomor Kontrak, HK.02.03/SPK/JKT-FKS-PKT, 04/PSPLP-MU/APBN, Tartanggal 28 Februari 2018, Dengan nama Paket Pembangunan Drainase Lingkungan Kota Sanana yang ber Lokasi dikabupaten kepulauan sula. dengan Nilai Kontrak, Rp, 5, 874, 240, 000, 00. Yang dikerjakan oleh PT Intimkara, dengan Masa pelaksanaan 240 Hari kalender dan bersumber dari dana APBN. 

Pengawas Fahrisal. ST, MT. Menjelaskan Pekerjaan ini Sudah 3 kali Adendum dan Baru dikerjakan Sekarang akan tetapi di pending atau di hentikan warga sebab dinilai bermasalah” Akan saya kordinasi Lagi dengan Pimpinan. “ungkap Risal saat ditanyai awak Media.

Dalam Persoalan ini, Amirudin Yakseb, SH., MH ketua Departemen Advokasi angkat bicara saat ditemui Awak media swaramalut.com dilokasi pekerjaan mengatakan bahwa  proyek itu selama ini menset dan justru sangat memarajinalkan serta memiskinkan rakyat,makanya YKA-BH Juanga dorong konsep pembangunan yang berprespektif HAM salah satunya pembangunan itu bersentral pada warga Negara dalam hal ini masyarakat akar rumput. Nah dengan konsep pembangunan berprespektif HAM tidak akan seperti itu lagi. 

Jadi setiap ada pembangunan, warga sekitar yang harus di ajak rembuk. Bagaimana ini dan  Kira-kira berdampak tidak bagi masyarakat sekitar atau tidak ,tapi faktanya tidak. Drainase air dibuat tanpa ada rembuk dari masyarakat sekitar. yang ada justru masyarakat  yang kena dampaknya kemana-mana. “ucap Amirudin.

Terpisah dari itu, Syahdi Syahri, SH., MH Selaku Ketua Departemen Pembala Umum, YKA-BH, juanga Syahdi Mengtakan, Pembanguan Drainase ini yang seharusnya berfungsi mengantarkan air untuk tidak terjadi solusi banjir, malah menjadi empang alias tergenang”Kami sangat sayangkan sebenarnya Pembangunan drainase dengan anggaran yang besar ini dapat mengatasi permasalahan Masyarakat, bukan hanya menimbulkan masalah baru. “Tuturnya.

Betapa tidak lanjutnya lagi bahwa Pembangunan yang sementara jalan ini, harus menimbulkan Beberapa masalah, pertama genangan air  yang sewaktu-waktu dapat meluap  ketika etentitas curah hujan tinggi. Kedua debu hasil galian tanah disamping badan jalan dapat menyebabkan polusi dan tidak baik untuk kesehatan terutama masyarakat sekitar lokasi pekerjaan. “tukasnya.

Harapan kami bagaimana permasalahan yang sudah terjadi menjadi dampak positif bagi masyarakat dan kami berharap kepada pihak Pemerintah daerah, pihak Kontraktor dan pihak terkait dapat memperhatikan persoalan seperti ini “tutup Syahdi mengakhiri..#Jm

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!