- SWARA TERKINI, SWARA TERNATE

Pemkot Bersama DPRD Gelar Rakor Dan Konsultasi

Swaramalut.com, Ternate

Ketua DPRD Kota Ternate, Merlisa Marsaoly menyampaikan, status rumah Dinas Gubernur Maluku Utara, yang diketahui sudah lama kosong akan dialih fungsi kan menjadi Rumah Dinas Walikota Ternate.

Hal ini pun direspon baik oleh DPRD Kota Ternate. Hal tersebut disampaikan saat Walikota Ternate Burhan Abdurahman melakukan Rapat Kordinasi dan Konsultasi ke Kantor DPRD Kota Ternate, Senin (07/01/2019)

“Terkait dengan hal ini mungkin membutuhkan sedikit anggaran untuk melakukan perbaikan kekurangan-kekurangan yang ada di dalam rumah dinas,”ujar Merlisa kepada awak media, Pagi tadi.

Selain itu, Marlisa juga mengatakan, ada beberapa kegiatan yang perlu didukung oleh Pemerintah Kota Ternate, yaitu kegiatan yang berkaitan dengan Universitas Khairun (UNKHAIR) Ternate, yakni mengenai KKN kebangsaan, tentu ini yang perlu adanya dana Sharing dari Pemerintah Kota.

“Memang dana ini tidak masuk di dalam APBD Kota Ternate kemarin. Tapi kegiatan tersebut membawai seluruh Indonesia, karena Ternate sebagai tuan rumah, maka perlu adanya kerja sama dengan Pemerintah Kota,”kata Marlisa.

Kedatangan tamu kata dia, juga untuk PAD Kota Ternate, maka dari itu harus ada perhatian dari Pemerintah Kota, untuk mendukung acara KKN Kebangsaan tersebut. “Selain kerjasama dengan Pemkot, juga kerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) terkait dengan Tenaga Kerja. Selain itu, memang ada beberapa kerjasama yang harus dibangun,”ucapnya.

Kata Marlisa, namun yang paling urgen adalah Rumah Dinas Gubernur harus ditempati karena sudah lama tidak di huni.

“Untuk anggaran yang diusulkan ada penambahan sedikit, tapi tergantung kita mempelajarinya. Inilah yang di anggap urgen oleh DPRD,”kata Marlisa lagi.

Tapi kemudian kata Marlisa, ada salah satu kegiatan yaitu DAK dari Disperindak yang asal muasalnya ingin dilanjutkan oleh Disperindak, untuk pembangunan pasar Sabi-sabi, tapi tidak seperti itu. Sebab dari Kementrian tidak menyetujui untuk dilanjutkan. “Jadi akan dibangun dengan anggaran DAK yang sudah terlanjur untuk Kota Ternate, maka akan dibangun pasar baru di Kecamatan Batang Dua,”tutur Marlisa.

Lanjut, pasar Sabi-sabi akan tetap di perhatikan, karena sudah dibangun lantai satu dan akan dilanjutkan lantai dua. “Mungkin akan kita tindak lanjuti lantai duanya, tapi hal ini kita lihat dulu akan dilanjutkan atau tidak?. Sayang kalau anggarannya tidak cukup, kalau hanya lanjutan pertama,”ucapnya lagi.

“Tahapan kedua apakah DPR ingin mendorong? nanti kita lihat anggaran devisi kita sampai dimana baru kita menyetujui, yang pasti anggaran DAK bergeser kepada pembangunan pasar Batang Dua. Suratnya sudah disampaikan secara tertulis, tapi tadi disampaikan secara lisan oleh Pak Walikota, melalui rapat kordinasi dan konsultasi antara Pemkot dan DPRD,”pungkas Marlisa..#MI

 

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!