banner 140x600
banner 140x600
PENDIDIKAN/KESEHATANSWARA DAERAH

Pemprov Malut Gelar Penilaian Penurunan Tingkat Stunting di Kabupaten/kota

91
×

Pemprov Malut Gelar Penilaian Penurunan Tingkat Stunting di Kabupaten/kota

Share this article
banner 336x280

Swaramalut.com – SOFIFI

Untuk menyukseskan program nasional mencegah Stunting pada balita, Pemprov Malut melakukan Penilaian Kinerja Kabupaten/Kota dalam Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2019 yang bertempat di Lantai I Kantor Gubernur jalan Gosale Puncak, senin(23/12/2019).

Dalam arahannya, Kepala Bappeda Prov Malut Samsuddin Abdul  Kadir mengatakan meskipun indikator pembangunan Malut di atas rata-rata nasional, namun masalah stunting ternyata masih ditemukan di beberapa tempat.

foto : Kepala Bappeda Prov Malut Samsuddin Abdul Kadir

“Jumlahnya tidak banyak, namun juga memerlukan perhatian yang serius,” jelasnya. Menurutnya, melalui program pemerintah pusat, Bappeda di masing-masing Provinsi serta Kabupaten Kota menjadi koordinator program pencegahan stunting. “Kita bekerja sama dengan stakeholder kesehatan juga, jadi ini merupakan program lintas sektor yang memerlukan dukungan penuh,” jelasnya.

Sementara pada tahun 2018 Kabupaten Halmahera Selatan terpilih menjadi Kabupaten prioritas penanganan masalah stunting, sedangkan tahun 2019 terpilih Kabupaten Kepulauan sula.

“Pada kesempatan kali ini kita akan mengevaluasi sejauh mana program tersebut sudah berjalan di Kabupaten Halsel, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam masalah pencegahan stunting,” imbuhnya.

Terpisah dari itu Kepala dinas Kesehatan Malut Dr Idhar Sidi Umar menjelaskan jika masalah stunting masih ditemui di Halsel, bahkan dengan angka yang cukup tinggi. “Pada tahun 2013 angka stunting di Halsel mencapai 40,% dengan jumlah 16.189 balita. Ini cukup ironis mengingat Halsel sebagai daerah wisata, apalagi fokus stunting ada di Kecamatan Labuha dan Gane barat” jelasnya. Akan tetapi, melalui berbagai program dan aksi angka tersebut bisa dikurangi menjadi 21% pada tahun 2018.

Selain itu dr.Idhar  juga memaparkan berbagai rencana aksi pencegahan stunting pada tahun 2019. “Dengan program-program yang dicetus pemkab Haltim dan Halteng dan Kepsul kami juga ingin menuntaskan masalah stunting agar bisa tuntas sesuai dengan target Pemprov Malut menjadi Provinsi sehat dan sejaterah di tahun 2021,” jelasnya.

Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya. Hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dengan manifestasi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun..#red

banner 336x280
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!