banner 140x600
banner 140x600
SWARA DAERAH

Pemprov Malut Gelar Rakor dan Penandatanganan Kerja Sama Pengentasan Daerah Rentan Rawan Pangan

92
×

Pemprov Malut Gelar Rakor dan Penandatanganan Kerja Sama Pengentasan Daerah Rentan Rawan Pangan

Share this article
banner 336x280

Swaramalut.com – TERNATE

Pemerintah Provinsi Maluku utara(Malut) melalui Dinas Pangan Daerah menggelar Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Sinergi Dukungan Program Pengentasan Daerah Rentan  Rawan Pangan yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program/Kegiatan Ketahanan Pangan Tahun 2020 Tingkat Provinsi Malut, Rabu(05/2/2020) bertempat di Hotel Grand Dafan Ternate. Kegiatan tersebut dibuka langasung oleh Gubernur Malut KH.Abdul Gani Kasuba Lc yang dihadiri stakeholder terkait di seluruh kabupaten/kota.

Pada Penandatangan Perjanjian  Kerjasama tersebut disaksikan oleh Gubernur Malut dan Kepala Badan Ketahanan Pangan RI DR Ir Agung Hendriyani MM. Perangkat daerah tersebut yakni Dinas Pangan Daerah Malut dengan Dinas Pertanian,Dinas pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas DPMD, Dinas PUPR, Dinas Kehutanan, Dinas ESDM, BPBD, Bappeda, BPS Provinsi Malut, BMKG Prov.Malut, BPTP Malut, Dekan Fakultas Pertanian Unkhair, Dekan Fakultas pertanian Universitas Nuku Tidore, Dekan Fakultas Pertanian UMMU, Dinas Koperasi dan UKM Malut serta dinas Ketahanan  pangan kabupaten/kota se malut dan juga dihadiri langsung Kepala Biro Protokol kerjasama dan komunikasi publik (BPKKP)Provinsi Malut Mulyadi Tutupoho.

Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Malut Saleh Abd Gani dalam sambutannya mengatakan adapun maksud dan tujuan dari perjanjiian kerjasama ini sebagai pedoman dalam upaya bersama untuk mengadakan kerja sama yang sinergis dalam mengentaskan daerah rentan rawan pangan.

Lanjut Saleh, adapun tujuan surat perjanjian kerjasama ini adalah untuk mengentaskan daerah rentan rawan pangan yang diarahkan pada kegiatan meningkatkan sinergi program di daerah rawan pangan dan stunting. Meningkatkan pertukaran data dan informasi terkait kerawanan pangan dan stunting serta konvergensi pencegahan, penurunan stunting dan melaksanakan program di daerah rentan rawan pangan dan stunting secara efektif dan efisien.

selain itu juga menurut saleh bahwa tingkat efisien disusun oleh 9 indikator yaitu rasio kontruksi terhadap ketersediaan pangan,penduduk hidup dibawah garis kemiskinan, rumah tangga yang lebih dari 65 persen pengeluarannya untuk pangan, rumah tangga tanpa akses listrik, tingkat pendidikan perempuan, akses air bersih, jumlah tenaga kesehatan dll.

Terpisah dari itu Kepala Badan Ketahanan Pangan RI DR Ir Agung Hendriyani MM dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat penting sekali sebab presiden Joko widodo pada era yang kedua memperiotaskan ketahanan pangan di indonesia.

Agung juga mengatakan bahwa terkait masalah ini kementerian pertanian akan bekerjasama dengan beberapa kementerian untuk mengatasi rentang rawan pangan dan sekarang ini sudah 7 kementerian.sebab terkait masalah ini kementerian tidak dapat bekerja sendiri oleh sebab itu butuh kerjasama dari semua pihak.

Sementara itu, Gubernur Malut KH.Abdul Gani Kasuba Lc dalam sambutanya memberikan mengapresiasi dalam kegiatan yang digelar oleh Dinas Pangan Daerah Malut yang melibatkan pihak Kab/Kota,Akademisi dan lain-lain.

“Pertemuan ini sangatlah strategis apalagi dihadiri oleh kab/kota. Jadi pak gubernur Malut sangat mengapresiasi pihak dinas pangan gelar pertemuan seperti ini,” tandas Gubernur..#red

banner 336x280
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!