- SWARA TERKINI, SWARA TERNATE

Persepsi Publik Terkait Tingkat Korupsi, LSI Dan Fakultas Hukum Unkhair Gelar Desiminasi Publik

Swaramalut.com, Ternate

Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Akhmad Khoirul Umam, Ph. D. mengatakan, berkaitan dengan konteks persepsi publik terhadap tingkat korupsi, masyarakat secara jeneral di Indonesia merasa bahwa tingkat korupsi cenderung meningkat.

Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers dengan tema “Persepsi Publik dan Pelaku Usaha di Sektor Infrastruktur, Perizinan dan Kepabeanan Tentang Anti Korupsi Daerah” Jumat (01/2/2019).

“Hal yang sama juga di konfirmasi di Maluku Utara, akan tetapi masyarakat di Malut, jika dibandingkan dengan tren sebelumnya ada penurunan persepsi yang mengatakan bahwa korupsi itu meningkat,”ujar Akhmad, dalam paparannya. Di Aula Nuku Gedung Rektor Unkhair Lantai 4. Pagi tadi.

Kemudian dua tahun lalu kata Akhmad, ada sekitar 70 persen, kemudian menurun sekitar 50 samting persen, dan sekarang ada 43 persen. Meskipun menurun, ada kecenderungan naik-nya persepsi dimana tidak ada perubahan dalam konteks pemberantasan korupsi.

“Jadi ini satu anomali yang harus di garis bawahi, karena pada saat yang sama ketika kita melakukan evaluasi terhadap pemerintah sekarang, aspek pemberantasan korupsi dan penegakan hukum termasuk dalam aspek yang relatif kurang mendapatkan perhatian cukup besar,”kata Akhmad.

“Oleh karena itu, kalau bisa Degradasi evaluasi kebijakan publik dari pemerintah penegakan hukum dan anti korupsi masuk dalam level kedua dan ketiga paling rendah dibanding aspek kebijakan publik yang lain, dimana urusan infrastruktur, layanan pablik itu dianggap cukup tinggi,”paparnya.

Kata Akhmad, namun dalam konteks Anti korupsi dan hukum masih cukup rendah. “Nah kemudian yang lain adalah mengenai persepsi masyarakat terhadap penegakan hukum yang paling mendapatkan kepercayaan yang paling tinggi adalah KPK, dan KPK disini saya kira linier dengan yang lain, KPK mendapatkan profut red yang cukup tinggi,”papar Akhmad lagi.

Kemudian pada saat yang sama juga kata dia, efektivitas juga yang paling tinggi, tetapi yang menjadi catatan kemudian bagaimana penegakan hukum lain, khususnya Kepolisian, dan Kejaksaan sebagai Konvensional End The Corruption End Egenesis di Indonesia, karena kita menganut multi Etik Corruption Egenesis, yang bisa mengoptimalkan perannya bukan hanya kemudian meletakkan beban itu kepada KPK.

“Saya kira kedepan strategi nasional pencegahan korupsi diharapkan bukan hanya penegak hukum, tapi juga kementerian serta lembaga terkait, agar bisa mensenergikan langka untuk melakukan agenda-agenda anti korupsi yang lebih solid, senerjis, serta di harapkan dampaknya langsung berimbas pada layanan pablik dilevel regeslout,”jelas Akhmad.

Diketahui, dalam acara Diseminasi dan Konferensi Pers tersebut di inisiasi oleh LSI bekerjasama dengan Fakultas Hukum Unkhair. Dalam pelaksanaan kegiatan itu turut hadir Akhmad Khoirul Umam, Ph. D., Mewakil Direktur Eksekutif LSI, Dekan Fakultas Hukum Jamal Hi. Arsad, SH., MH, bersama Akademisi Unkhair..#MI

 

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!