PLN Ranting Buli 21 Oktober Akan Lakukan Uji Coba Aliri Listrik 24 Jam

Swaramalut.com,Haltim

PLN Ranting Buli akan mulai menguji coba nyala 24 jam, ada Tiga faktor persyaratan untuk nyala 24 jam, yakni tunggakan pelanggan harus O (Nol) Rupiah dari tunggakan sebesar Rp.180 juta dari 500 pelanggan, pergantian meteran manual ke meteran pulsa, dan penebangan pohon kelapa yang mengganggu jaringan listrik, ketiga faktor ini dibicarakan dalam rapat lintas sektor antara pihak PLN dengan muspika dan para kepala desa, bertempat di aula kantor camat Maba, Kamis (28/9/2017) pagi tadi.

Dalam rapat tersebut, banyak pandangan yang disampaikan oleh kepala desa dan pihak kecamatan kepada pihak PLN mengenai tunggakan, seperti yang disampailan kepala desa Wayafli Yehuda Goeslaw, menurut Yehuda, tunggakan tersebut bukan hanya warga tetapi didalamnya ada juga pihak perusahaan yakni PT. Menerina Bahkti sebesar Rp. 75 juta, untuk itu pihak PLN harus evaluasi ulang jangan digabungkan dengan hutang warga, ucap Yehuda.

Foto Suasana Pertemuan antara pihak PLN Dengan Masyarakat

Tanggapi hal tersebut, kepala PLN Ranting Buli Budiyono mengatakan tunggakan Pihak perusahaan sudah di hapus dalam daftar, namun piutang tetap ada,” apabila perusahaan tersebut kembali beroperasi di buli dan mau menggunakan jasa PLN maka perusahaan tersebut harus melunasi hutang tersebut baru bisa memasang meteran baru”, ucap Budy.

Lanjutnya kalu hutang ditambah dengan perusahaan maka jumlahnya sebesar Rp.300 juta lebih, karena sudah di hapus maka hutang murni terhitung sampai bulan September 2017 ini sebesar Rp. 180 juta, kalau dilunasi pada bulan Oktober maka sudah melebihi dari Rp.180 juta, kata Budy.

Kepala PLN Maba Kota Ansar Sangadji, mengharapkan rapat kali ini yang terakhir dan harus ada surat kesepahaman untuk nyala 24 jam, kita jangan ketinggalan dengan daerah lain yang memiliki potensi sedikit namun mereka menikmati lampu 24 jam, dia memberikan contoh seperti di kecamatan Kedi dan Ibu Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), sedangkan Haltim ada Empat Kecamatan dalam perebutan untuk nyala 24 jam yakni, Wasile, Wasile Tengah, dan Maba Selatan, untuk itu Ansar beroptimis bahwa Kecamatan Maba Buli yang akan lebih dahulu nyala 24 jam, Pihak PLN juga memberikan pemasangan dan nyala gratis kepada warga yang benar-benar tidak mampu, untuk itu kepala desa segera memasukan nama-nama warga yang kurang mampu batas tanggal (30/9), kata Ansar dengan tepuk tangan yang meriah dari peserta rapat.

Kepala desa Soasangaji Hi. Ismail Marsaoly, menegaskan bahwa untuk penebangan pohon kelapa dan pohon lainya milik warganya, Ismail siap menjamin tidak ada masalah, sedangkan untuk warganya yang masih ada hutang di PLN, pihak desa siap untuk melunasinya,” besok jumat (hari ini), warga Desa Soasangaji yang masih ada hutang rekening sebesar Rp. 15 juta akan lunas,” janji kepala desa Soasangaji Hi.Ismail Marsaoly di depan awak media dan kepala PLN Kota Maba.

Foto Suasana Pertemuan antara pihak PLN Dengan Masyarakat

Camat Maba Robert Barbakem juga optimis harus nyala 24 jam, Robert mengatakan, sesuai instruksi Bupati Rudy Erawan, bahwa masyarakat Maba Buli harus secepatnya menikmati lampu nyala 1×24 jam, untuk itu camat harus berkoordinasi dengan semua pihak dan masyarakat untuk mendukung program pemerintah, untuk mensejahterakan masyarakat dan memajukan Kabupaten Haltim terutama kecamatan Maba, ucap Robert.

Dalam rapat tersebut dengan meraih kesimpulan dalam surat kesepahaman yang ditandatangani oleh unsur muspika dan para kepala desa yakni, Mulai tanggal 29/9 sampai 20/10 tim dari PLN akan melakukan penebangan pohon kelapa dan yang mengganggu jaringan di kawal oleh pihak desa, pihak PLN melakukan penagihan dan pemutusan serta pemasangan baru meteran pulsa, Pihutang warga terhadap PLN tanggung jawab masing-masing kepala desa.

Rapat koordinasi ini bukan baru pertama kali, namun sudah berulang kali sejak 2015, saat ini baru ada kepastian, Pada tanggal 21/10, PLN Ranting buli siap uji coba nyala 1×24 jam, serta memperbaiki jaringan yang masih gangguan. Hadir dalam rapat tersebut, Camat Maba, pihak PLN Maba dan Kota Maba, Koramil Maba, Kapolsek Maba, para kepala desa, toko agama, toko masyarakat dan pemuda..#Ai

 

 

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *