- SWARA KEPSUL/TALIABU, SWARA TERKINI

PN Sanana Gelar Sidang Perdana DEFERSI

Swaramalut.com,Kepsul

Pengadilan Negeri Sanana (PN), Gelar Sidang Perdana, (DEFERSI), “Mengambil Langka Negosiasi” antara pihak korban dan pihak Pelaku,  karena persidangan kasus ini, anak dibawah umur, sudah tentu  tidak terlepas daru Undang-undang Perlindungan Anak, sidang tersebut dilakukan secara tertutup, antara pelaku dan pihak Korban. Kabupaten Kepulauan Sula, (Kepsul), Propinsi Maluku Utara (Malut)beberapa waktu kemarin.

Persidangan Defersi ini, terkait kasus pengeroyokan yang terjadi Di desa Falahu hingga merenggut nyawa, Murdiman Fokatea, Pemudah desa waiina, Pelaku namanya belum bisa di ketahui atau di publikasi,  karena tadi masi dalam Defersi. atau langkah negosiasi. Kasus ini akan dilanjutkan persidangan Putusan pengadilan pada esok atau pada waktu yang di tentukan.

Dengan Persidangan mengambil Langkah Negosiasi, (Defersi), tadi media swaramlut.com dan media lain wawancarai, Ridho Akbar SH, MH, Bagian Humas Pengadilan Sanana Menjelskan, Alhamdulillah hasil Defersi tadi hasilnya baik, pihak keluarga korban suda memaafkan pelaku, pada dasarnya perkara ini, secar tidak langsung, bisa dikatakan damai, lebih baik seperti itu. “jelasnya Ridho”

Ridho, Hal ini Sudah pernah melakukan Defersi Namun hampir terjadi perkelahian Antar kapung, sehingga sama-sama mengambil langkah agar perkara ini didamaikan baik dari keluarga korban dan keluarga pelaku untuk sepakat berdamai.

Seperti juga, Dalam langkah ini, pihak korban juga akan menerima santunan, dari keluarga pelaku, Jumlahnya berapa saya juga tidak tau, itukan kesepakatan mereka, karena itu bukan dari pihak pengadilan yang mengtur jumlahnya, juga bukan dari pihak pengadilan yang menginginkan Hal itu tapi itu memang kesepaktn mereka “ucapnya.

Terpisah Dalam kasus ini 3 Orang masih anak di bawah umur dan 1 sudah dewasa, namun kesepekatan perdamaian tadi berlaku untuk semua Pelaku, yang dikatakan oleh pihak korban.

kalaupun berbeda hal pemeriksaan perkara anak dengan pemeriksaa perkara pelaku dewasa, itu berbeda hukum Acarnya, iya Ridho menjelaskan kalu anak harus Defersi lebih dahulu, karna anak wajib untuk dilakukan Defersi lebih dahulu,  dia wajib untuk lakukan Defersi,  pada setiap tingngkatan tadi sudah di lakukan.

tapi kuhusus perkara dewasa Tidak melalukan Defersi tapi mungkin nanti akan di jadikan pertibangan bagi masing2 pihak, baik dari pihak pelaku kalu dia di dampingi penesehat hukumnya  atau juga bisa jadi pertimbangan penuntut umum nanti. “tandasnya ridho”

Tambahannya keadilan yang hakiki adalah berdamai, itu pada dasarnya, Namun orang yang bersalah tidak dijatuhi hukuman pidana, minimal dia sudah ada hukum sosial dalam dirinya, walaupun meraka masih anak anak atau dewasa, karena sudah melakukan kesalahan terkait dengan menghilangnya nyawa orang. “Ungkap Ridho”..#Jm

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!