- SWARA HALBAR, SWARA TERKINI

Program Segitiga Emas Sekedar Pencitraan Dan Nyaris Hilang

Foto penandatanganan MOU

Swaramalut.com, Halbar

Program segitiga emas pemerintah daerah halmahera barat(Halbar) yang bekerjasama dengan pemerintah kota Ternate,dan  pemerintah kota Tidore hanya sekedar pencitraan,pasalnya pada tahun 2019 ini program tersebut nyaris hilang.

Program yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,dimana pada Mou pemkab halbar menangani pengembangan dibidang pertanian,perikanan,dan pariwisata tersebut ternyata hanya sebatas semangat pencitraan,hingga kini program tersebut belum dinikmati masyarakat.

Djufri muhammad ketua komisi satu DPRD Halbar kepada media menuturkan,Program segitiga emas ini digagas tiga pemerintah Daerah yakni Pemkot Ternate, Pemkot Tidore dan Pemkab Halbar pada awal pemerintahan yakni tahun 2016, dengan cakupan kerjasama bagi pengembangan daerah yang terfokus pada 3 sektor yakni sektor pertanian, perikanan dan pariwisata.

“saat awal dicanangkan nya program segitiga emas ini, mendapat apresiasi dari berbagai kalangan termasuk DPRD namun dalam perjalanan selanjutnya pada tahun 2017 dan 2018 program segitiga emas ini dikatakanlah tidak lancar,yang agak nampak hanya pada sektor pertanian yakni  penanaman dan panen sarur Kol di desa Togoreba tua kecamatan Tabaru dan pengembangan Jagung,”tutur Djufri,rabu(6/03/19).

Lanjut Djufri,sementara sektor pariwisata pernah ada festival kepulauan rempah-rempah, nah pada tahun 2019 ini program segitiga emas sudah tidak terdengar lagi, ada upaya dari lembaga parlemen dari ke tiga DPRD,tetapi belum berhasil merekomendasikan langkah-langkah kongkrit ke masing-masing Pemda nya karena pada sisi penganggaran daerah belum nampak jelas alokasi anggaran bagi ke tiga sektor unggulan tersebut.

“sehingga bagi kami program segitiga emas tidak lagi berjalan baik dan sangat tidak efektif lagi, sebaiknya Pemkab Halbar fokus saja pada pengembangan ketiga sektor tersebut secara serius,bagi DPRD klalau program yang di usulkan berdampak bagi pengembangan daerah maka prinsipnya kami dukung, khusus program segitiga emas,”terangnya.

“Penilaian kami Kabinet kerja Bupati dan wakil Bupati yakni pihak SKPD yang menangani sektor-sektor unggulan tersebut tidak becus dalam bekerja dan seperti kehilangan arah maupun kehilangan akal dalam meng implementasikan kebijakan Daerah tersebut, harusnya Bupati dan wakil Bupati menempatkan pejabat yang pas pada posisi tersebut bukan mendiamkan pimpinan SKPD yang tidak mampu bekerja,”tandasnya.#in

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!