- SWARA TERKINI

Kampanye Di Bulan Suci Ramadhan Harus Sesuai Aturan

Swaramalut.com,Halut

Panwaslu Kabupaten Halmahera Utara lakukan rapat menindaklanjuti hasil keputusan rapat Bawaslu Provinsi Maluku Utara terkait dengan tata cara tehnik pelaksaan kampanye di bulan Ramadhan.

Yang dihadiri oleh Ketua Panwaslu serta komisionernya, utusan dari Calon Pilgub, Ketua Tim Sukses Paslon masing masing utusan, Mewakili Kementrian Agama Kabipaten Halut, para awak media serta undangan lainnya, yang berlangsung di ruangan rapat Panwaslu kabupaten Halmahera Utara  Selasa ( 15/5/2018).

Ketua Panwaslu Kabupaten Halut Rafli Kamaludin menyampaikan, rapat ini adalah menindak lanjuti hasil keputusan rapat Bawaslu Provinsi Malut bersama Stakeholder sesuai dengan peraturan Bawaslu RI nomor 12 tahun 2017 dan Peraturan KPU nomor 4 tahun 2017.

Oleh sebab itu dalam keputusan tersebut terdapat 8 pokok himbauan kampanye dknataranya, ” Pelaksanaan kampanye Pemilihan Gubernur dan Wabup 2018 pada bulan Ramadhan diselenggarakan mengacu pada PKPU nomor 4 tahun 2017, dan ketentuan teknis operasional lainnya yang ditetapkan KPU Peovinsi Malut.

Pelaksanaan kampanye pemilihan, berupa pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka dan Diolog pada bulan ramadhan yang diselenggarakan dimalam hari, hanya dapat dilaksankan swtelah selesai shalat tarawih setempat selesai, dengan radius tempat pelaksanaan yang sepatutnya berjauhan dari tempat ibadah ( mesjid).

Partai Politik atau gabungan partai politik, pasangan Calon dan/ atau tim kampanye pemilihan dapat menyelenggarakan kehiatan kegiatan lain berbentuk buka puasa bersama, sholat tarawih, pangajian,dan bentuk bentuk kegiatan keagamaan lainnya bulan ramadhan dengan ketentuan

– tidak dapat dilaksanakan ditempat ibadah ( mesjid) atau lingkungan sekitarnya.

– dilarang memberikan uang dan/atau barang dalam bentuk apapun kepada warga negara indonensia yang memiliki hak pilih.

Partai Politik atau gabungan partai politik, pasangan calon dan/atau Tim kampanye pemilihan tidak dapat memberikan sumbangan keagamaan (intaq, Zakat dan shadaqah) berupa uang atau barang kepada institusi keagamaan /pengurus tempat ibadah ( masjid) dan warga negara indonesia yang memiliki hak pilih.

Zakat, Infaq dan sadaqah hanya boleh dilakukan dalam bentuk individu atau personal dan tidak berkaitan dengan Partai Polutik atau gabungan partai politik pasangan calon atau dan atau tim kampanye pemilihan.

Pasangan calon peserta pemilihan dapat menyelenggarakan open house, ramah tama atau kegiatan serupa lainnya pada saat Idul Fitri dengan ketentuan, ” dilarang memberikan uang dan atau barang  dalam bentuk apapun kepada warga negara indonesia yang meiliki hak pilih.

Pelanggaran terhadap ketentuan pada butir 1-5 terkualifikasi sebagai pela ggaran kampanye pemilihan dan akan di tindak sesuai ketentuan perundang undangan yang berlaku.

Diharapkan pula oleh Panwaslu agar partai politik atau gabungan partai politik, pasangan calon dan atau tom kampanye pemilihan untuk nenyesuaikan agenda kampanye pemilihannya sesuai dengan ketentuan,” jelas Rafli..#jef

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!