banner 140x600
banner 140x600
EKONOMI/PEMBANGUNANSWARA DAERAH

Di Rakor Indonesia Maju, Benny Laos Sampaikan Hambatan Dan Tantangan Ekonomi Di Hadapan Para Menteri

103
×

Di Rakor Indonesia Maju, Benny Laos Sampaikan Hambatan Dan Tantangan Ekonomi Di Hadapan Para Menteri

Share this article
banner 336x280

Swarmalut.com, Morotai

Rapat koordinasi nasional (Rakornas) antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) membahas transformasi ekonomi. Kegiatan tersebut bertempat di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (13/11).

Bupati Pulau Morotai, Benny Laos menyampaikan hambatan dan tantangan yang di hadapi Kabupaten Pulau Morotai dalam membahas kebijakan transformasi ekonomi.

“Kebijakan transformasi ekonomi dilandasi oleh sejumlah persoalan di dalam maupun luar negeri, diantaranya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Disamping itu, juga ada penyeb lain yaitu penuruan harga komoditas dengan volume perdagangan dunia, serta longgarnya kebijakan moneter yang diambil oleh sejumlah negara,” kata Benny melalui reliase yang di sampaikan oleh Kabag Humas, Kamis (14/11/2019).

Menurutnya, Kondisi saat, negara tengah menghadapi sejumlah tantangan yang butuh penyelesaian cepat, di antaranya: Pertama, peringkat infrastruktur yang masih berada pada level menengah, yakni peringkat 54 dari 160 negara di dunia; Kedua, biaya Logistik dirasa kurang kompetitif; ketiga, ketimpangan dalam penguasaan lahan dan tanah, serta tantangan dalam pasar tenaga kerja serta kesempatan usaha.

“Benny Laos menyoroti permasalahn logistik di Morotai. Kebijakan Pemerintah pusat yang membuka trayek Tol Laut untuk menekan biaya logistik dari dan ke pusat ekonomi dan wilayah industri dirasa belum mumpuni,” jelasnya.

Di hadapan narasumber dalam Diskusi Panel V Transformasi Ekonomi (Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Koperasi dan UKM, serta Menteri BUMN) pada Rakor Indonesia Maju.

Benny Laos membongkar dugaan adanya “permainan” di dalam PT. Pelni (Persero). Perusahaan pelat merah yang diberi mandat menjadi operator tol laut itu dinilai belum maksimal dalam mengimplementasikan program Pemerintah dalam hal mensuplai logistik ke tempat tujuan.

“Sehingga, terjadi keterlambatan dan kenaikan harga yang cukup signifikan, walaupun tujuan Tol Laut untuk penurunan harga,” tuturnya.

Lanjut Benny, untuk mensukseskan kebijakan transformasi ekonomi nasional, Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai bersikap proaktif. Ia menunjukkan hambatan-hambatan soal daya saing logistik kepada pemangku kepentingan agar menjadi perhatian, sekaligus untuk memudahkan pemerintah dalam memecahkan persoalan di daerah.

“Tanpa kejujuran dari pemerintah daerah untuk menunjukkan kelemahan sebuah kebijakan, maka usaha pemerintah untuk kesejahteraan rakyat menjadi sia-sia,” terangnya..#amt/Humas

banner 336x280
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!