- KESEHATAN & OLAHRAGA, SWARA TERKINI

RSUD Morotai Tarus Berbenah, Guna Meningkatkan Pelayanan Yang Baik

Swaramalut.com, Morotai

RSUD Pulau Morotai saat ini masih tahapan pembenahan diri dan memperbaiki sistem pelayanan baik pihak dokter maupun tenaga medis lainnya. Pantauan Swaramalut.com, beberapa hari lalu, banyak keluarga pasien telah mengeluh dengan sistem pelayanan selama ini di rumah sakit. Bahkan terkesan para tenaga dokter dan tenaga medis lainnya, melakukan pelayanan pasien sangat terlambat.

“Kami keluarga pasien meminta kepada pihak dokter dan tenaga medis lainnya, agar terus melakukan pelayanan secara cepat, baik dan maksimal kepada setiap pasien yang masuk rumah sakit,” ungkap keluarga pasien yang tak menyebutkan identitasnya kepada Swaramalut.com.

Di tempat terpisah Dirut RSUD Pulau Morotai dr. Julius Giscard Kroons saat dikonfirmasi Swaramalut.com, Jum’at (25/05/2018) di kediamannya mengungkapkan, keluarga pasien yang melakukan laporan namanya Mat Cicak dari Desa Pilowo Morsel dan pasien atas nama Ny.Gamar Badin (37) dan dilayani di RSUD Morotai pada pertengahan Februari 2018. Bahkan pasien dirawat selama 7 hari di RSUD Morotai dan rawat jalan untuk perawatan luka selama dua minggu.

“Pasien menderita tumor di leher (gondok) yang ukurannya sudah sangat besar dibawah ke RSUD Morotai,”katanya.

Kemudian oleh dokter bedah umum yang memeriksa pasien dianjurkan untuk dirujuk ke RS tipe B yang peralatannya dan SDM lebih lengkap (akan ditangani oleh dokter bedah tumor). Tetapi, keluarga pasien menolak untuk dirujuk dan menginginkan untuk dilakukan tindakan operasi di RSUD Morotai.

“Akhirnya dilakukan tindakan operasi dan 2 dokter bedah umum langsung berkolaborasi untuk menangani pasien, karna agak sulit kasusnya,”ucapnya.

Kemudian selesai operasi pasien dirawat dan sampai sembuh di RSUD Morotai, pasien menggunakan kartu JKN/KIS dan pasien menerima manfaat sesuai dengan pertanggungan, artinya semua biaya perawatan dan tindakan operasi di rumah sakit tidak dibayar. Terkait biaya yang dikeluarkan itu benar adanya, tetapi sebelum diminta sudah dijelaskan ke keluarga pasien bahwa pemeriksaan jaringan tumor (PA) ke Manado tidak ditanggung BPJS.

“Keluarga pasien sudah paham dan bersedia dan sudah menandatangani inform consent, biaya tersebut digunakan untuk pemeriksaan patologi anatomi jaringan yang dikirim di Manado,”jelasnya.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah jaringan gondok tersebut termasuk tumor jinak atau ganas (cancer), agar dapat direncanakan untuk terapi selanjutnya.

“Syukurlah hasil pemeriksaan selama 3 minggu di Manado hasilnya tumor jinak,”ucapnya.

Karena untuk pemeriksaan patologi anatomi tidak bisa dilakukan di Morotai bahkan di Malut dan tidak masuk dalam pembiayaan BPJS untuk rumah sakit tipe D. Kasus yang sama juga berlaku untuk seluruh rumah sakit di Malut, pasien  peserta JKN/KIS dengan tumor dioperasi di rumah sakit (Tobelo, Ternate, Tidore). Tetapi, jaringannya dikirim ke Manado atau Makassar untuk pemeriksaan PA menjadi tanggungan pasien.

“Untuk masalah pasien peserta JKN/KIS di RSUD Morotai sudah memperoleh pelayanan sesuai dengan standar prosedur sebagaimana mestinya,” tutupnya..#amt

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!