- SWARA TERKINI, SWARA TERNATE

Satu Oknum Polisi Diternate Diduga Lakukan Pengeroyokan Dan Penikaman

Swaramalut.com,Ternate

Salah satu oknum anggota kepolisian yang berpangkat Bribda berinisial MA (22) yang bertugas di Ditsabhara Polda Maluku Utara (Malut),diduga melakukan tindak pidana pengeroyokan dan penikaman terhadap warga masyarakat lingkungan Lelong Kelurahan Kampung  Makasar Timur, Kecamatan Kota Ternate Tengah.

Aksi nekad salah satu oknum anggota polisi dan satu rekannya yang saat ini masih dalam pengejaran polisi tersebut, Karena di duga pengaruh minuman keras (Miras) yang telah dikonsumsi sebelumnya.

Insiden terjadi pada pukul 03.10 Wit, Sabtu (11/8/2018) dini hari tadi bertempat di tapak dua Rt 03 Kelurahan Kampung Makasar Timur, dengan korban atas nama Jidan (16) dan Lifli Fail mustari (19).

Menurut salah satu saksi Gazali Dano (16) saat di konfirmasi mengatakan,di mana korban bersama lima temannya lagi nongkrong dan main gitar di warung tapak dua Kel Makassar Timur dan tiba-tiba muncul dua orang tidak dikenal dengan mengendarai sepeda motor dari arah selatan sambil teriak dan langsung ditegur korban bersama temannya. 

Pelaku yang tidak terima akhirnya terjadi adu mulut dan kontak fisik, bahkan pelaku mengeluarkan sebilah pisau badik dan menikam si korban dan pelaku langsung kabur namun satu dari mereka yang diduga oknum polisi akhirnya ditangkap dan di keroyok.

Atas insiden tersebut, satu korban yakni Rifli mengalami luka pada bahu kiri sementara dan korban Jidan luka dibagian dada kiri kena tusukan pisau badik dan saat ini kondisi korban maupun pelaku yang dikeroyok sementara mendapat perawatan intensif di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Tentara (RST) Ternate. 

Kepala Bagian Operasioal (Kabag Ops), AKP Roy Berman Simangunsong saat dikonfirmasi Reporter Swaramalut.com melalui via WhatsApp membenarkan adanya insiden tersebut.

“Iya kejadian itu memang ada dan dua korban serta satu terduga pelaku yang merupakan oknum anggota polisi masih mendapat perawatan di RST,” ungkap Roy saat di konfirmasi melalui via WhatsApp

Roy mengaku, insiden yang terjadi tersebut, diduga oknum polisi dan satu rekannya yang saat ini masih dalam pengejaran memang sudah dalam pengaruh miras.

“Mungkin sudah mabuk, tapi yang pasti oknum polisi juga dirawat dan belum sadarkan diri karena di keroyok hingga wajahnya hancur juga,” akunya.

Dirinya juga menegaskan, untuk menindaklanjuti kasus tersebut, penyidik akan tetap bekerja secara profesional tanpa memandang latar belakang seseorang.

“Siapapun dia meskipun polisi dan PNS sekalipun, kalau dia salah tetap saja di proses, yang pasti kasus ini masih didalami dan pemeriksaan pada saksi-saksi,”Tutupnya mengakhiri..#Acim

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!