Sekwan : DPRD Halbar Harus Ingat Saat Pembahasan Pinjaman 150 Miliyar Di Mendagri

Swaramalut.com,Halbar

Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera barat(Halbar) Hadija Sergi kepada media ini sabtu (3/03/2018) menyampaikan DPRD Kabupaten Halbar Telah Mengetahui Benar,Tentang Pinjaman Daerah Senilai 150 Miliyar ini,Bahkan pada saat pembahasan dengan Kementeriam Dalam Negeri (Kemendagri) Terkait Pinjaman ini,Ketiga Unsur Pimpinan Dewan Tersebut  Turut Hadir.

“Sebagai pembantu Bupati,saya perlu meluruskan pernyataan dari ibnu saud kadim Wakil Ketua dua DPRD Halbar di sejumlah media yang mengatakan”pemkab tidak transparan mengenai pinjaman 150 Miliyar ini”,Kami berharap informasi yang disampaikan ini,adalah hal yang benar,bukan mengada ngada.

Karena Faktannya,seluruh persyaratan pinjaman daerah yang diwajibkan dalam PP 30 Tahun 2011 yang salah satunnya mendapat Persetujuan Dewan, telah diberikan dan ditandatangani oleh ketiga Pimpinan DPRD Halbar.

“Sebelum mengajukan usulan pinjaman,Bupati telah mennyampaikan rencana pinjaman kepada Kemendagri untuk mendapat pertimbangan dengan melampirkan persyaratan salahsatunnya Keputusan Dewan tentang Persetujuan Pinjaman Daerah”katanya.

Bahkan,Ketiga Pimpinan Dewan ikut hadir bersama Pemerintah Daerah dalam Pembahasan di Kementrian Dalam Negeri Tahun 2017 dan selanjutnnya Ketiga Unsur Pimpinan Dewan memimpin Rapat Badan Anggaran bersama Tim Anggaran melaksanakan pembahasan dan persetujuan RAPBD menjadi APBD.

“Singkatnya sebagai Penyelenggara Pemerintahan Daerah, Kita harus melihat segi positif dari pinjaman daerah bagi masyarakat halbar”tutur Hadija.

Lanjut Jija,sapaan Akrabnya ini, Menjabarkan bahwa,Pinjaman daerah sebagai potensi pembiayaan pembangunan daerah dan Pelaksanaan otonomi daerah.

“perlu di ketahui,pemerintah daerah harus mampu membiayai pembelanjaan dan pembangunan daerahnya sendiri dengan melakukan pengembangan potensi daerahnnya dan menggali sumber dana yang ada,dan potensial guna mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat”jelasnya.

“banyak daerah yang keuangannya masih bergantung pada transfer pemerintah pusat, sehingga pinjaman daerah merupakan salah satu alternatif”tutupnya..#iin

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *