banner 140x600
banner 140x600
PENDIDIKAN/KESEHATANSWARA DAERAH

Soal Pasien Kembali Ke Pengungsian, DPRD “Marah” Pemkab

126
×

Soal Pasien Kembali Ke Pengungsian, DPRD “Marah” Pemkab

Share this article
banner 336x280

Swaramalut.com, Halsel – Terkait Kembalinya Novitri (16) ke tempat pengungsian di desa Gane Dalam, Kecamatan Gane Barat Selatan, pada jumat (19/7) lalu, membuat anggota DPRD Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) khususnya Daerah Pemilihan (Dapil) Gane, marah, Karena Pemkab Halsel terkesan melepas tanggungjawab atas rakyatnya yang terkena musibah,

Menurut salah satu Anggota DPRD Halsel Dapil Gane, Akmal Ibrahim, koondisi Novitri korban patah pinggang, ini belum layak untuk pulang kenapa Pemkab Halsel membiarkan yang bersangkutan untuk pulang.

Hal ini membuktikan Pemkab Halsel tak becus mengurus para korban gempa yang dirujuk ke RSU Labuha, dan terkesan melepaskan tanggungjawab. Padahal gempa merupakan musibah yangmana semua anggaran bisa dipergunakan untuk kebutuhan para korban bencana tersebut.

“Pemkab atau RSU ini terkesan melepas tanggungjawab, masa pasien masih butuh pengobatan dibiarkan balik ke tempat pengungsian, instansi teknis yang menangani masalah ini memang balik tidak becus, seharusnya semua pasien diurus dengan benar sampai dipulangkan dalam keadaan sehat,” Tandas Akmal Ibrahim anggota DPRD Dapil Gane kepada wartawan minggu (21/7).

Politisi partai Nasdem Halsel juga mengatakan, gempa yang melanda Halsel, adalah musibah nasional, jadi wajib Pemkab melakukan pelayanan prima terhadap para korban, termasuk korban yang dirujuk ke RSU.

“Anggaran penanganan musibah atau tanggap darurat kan ada, kenapa tempat tinggal dan makan minum untuk para keluarga pasien selama di Bacan tidak bisa diberikan. Pemkab jangan main-main mengurus para korban bencana, masyarakat ini sudah kena musibah, jangan tambah disusahkan,” Cetus Akmal.

Akmal lantas mendesak kepada Bupati Halsel, Bahrain Kasuba agar ini menjadi catatan, karena warga masih banyak yang diabaikan ketika dirujuk ke RSU Labuha, “Paksa ini bupati harus evaluasi pada instansi teknis karena masyarakat korban sangat dirugikan,” Pungkasnya.

Sebelumnya, informasi yang dihimpun reporter, Pemulangan Novitri ke Gane Dalam, “karena di Bacan juga tidak ada jaminan terkait dengan tempat tinggal dan biaya hidup,” tutur salah satu keluarga di desa Gane Dalam kepada wartawan.

Sementara itu, Direktur RSU Labuha Aisia Hasjim ketika dikonfirmasi mengatakan, pasien yang bersangkutan memang sudah diperbolehkan pulang oleh dokter namun harus kontrol setiap saat. “Kondisinya (Novitri) sudah bisa pulang, namun harus kontrol terus, bagaimana sudah balik ke desa Gane Dalam,” ucap Aisia dengan heran.

Terpisah Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Halsel M Jusmin, saat dikonfirmasi mengatakan, Pemkab tidak punya rumah singga untuk para pasien, kemarin menang sempat untuk ditempatkan dikos kosan milik saya namun semuanya full.”Coba konfirmasi ke BPBD karena itu pasien bencana, anggaran tanggap darurat itu ada di BPBD jadi coba tanya ke BPBD,” ujarnya.#Tox.

banner 336x280
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!