Swaramalut.com HALUT- Dampak cuaca panas yang berkepanjangan di Kabupaten Halmahera Utara mulai terlihat nyata.
Berbagai tanaman, mulai dari kelapa, Pala, hingga tanaman hias di sejumlah gedung dan kawasan perkantoran pemerintahan, mulai mengering, berguguran, dan mati.
Pantauan awak media di kawasan Kantor Bupati Halmahera Utara, Kamis (3/9/2026), menunjukkan banyak tanaman terutama pala dan tanaman hias lainnya dalam kondisi mengering, berguguran daunnya, bahkan mati dalam jumlah cukup banyak.
Seorang pengunjung taman alun-alun yang enggan disebutkan namanya di lokasi tersebut mempertanyakan kinerja instansi terkait yang diduga sengaja membiarkan tanaman-tanaman itu layu tanpa perawatan.
Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Damkar turun tangan merawat tanaman tersebut.
“Damkar dan Dinas Lingkungan Hidup harus rawat tanaman ini. Dinas terkait harus mengambil peran,” ungkapnya.
Pengunjung itu juga menyoroti belum adanya upaya penyiraman yang dilakukan petugas.
“Selama ini belum pernah torang lihat ada petugas Damkar yang parkir di sini untuk menyiram taman-taman itu,” keluhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halmahera Utara, Yudhihart Noya, saat dikonfirmasi memberikan penjelasan berbeda.
Ia menyatakan pihaknya terus melakukan perawatan intensif terhadap tanaman di kawasan Kantor Bupati tersebut.
“Pagi dan sore kami terus lakukan penyiraman secara rutin untuk menjaga agar tanaman tetap hidup,” ujar Yudhihart kepada awak media, Rabu 2 September 2026.











