- SWARA HALUT, SWARA TERKINI

Terkait Aksi Petani Boikot Jalan, Organda Datangi Kantor DPRD

Swaramalut.com, Halut

Terkait dengan aksi pemalangan jalan trans tobelo sofifi tepat di desa Dum Dum Senin (3/12/2028), sejumlah sopir mobil trans sofifi yang tergabung dalam arganisasi angkutan darat (Organda) yang pimpin langsung oleh ketua Organda Kabupaten Halmahera Utara Astro Labada mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Halut.

Kedatangan para sopir angkutan darat trans Tobelo sofifi itu dengan tujuan meminta agar para wakil rakyat dapat melihat tindakan yang dilakukan oleh masa aksi, yang telah memboikot jalan, sehingga aktifitas kepentingan umum macet.

Ketua Organda Astro labada kepada sejumlah anggota DPRD Halut yakni Wakil Katua Sharil Hi Rauf, Janlis Kitong Ketua Komisi II, Fahrudin Hamiru Sekretaris Komisi III, Kartono Duan, Sofyan, dan Husni Amal yang langsung bertatap muka dengan para anggota Organda Halut, kata Astro bahwa kedatangan mereka para sopir merupakan salah satu keresahan yang mana aktifitas mereka tidak jalan di sebabkan karena jalan tobelo sofifi telah di blokir oleh masa aksi petani kopra terkait dengan anjloknya harga kopra.

Kata Astro, DPRD Halut harus secepatnya mengambil langka atau solusi agar jalan yang blokir itu bisa di buka dan normal kembali aktiftas kepentingan umum,”jelas Astro.

Harapannya, agar DPRD Halut dan Pemerintah  Daerah turun langsung ke Desa Dum Dum untuk membuka jalan yang telah di blokir, ” secepatnya DPRD mengambil langka jangan tinggal diam,Karena ini kali yang kedua jalan tersebut di blokir,” ungkapnya.

Ketua Komisi II DPRD Halut Janlis Kitong aprisiasi dan ucapan terima kasih kepada para Organ, karena ini juga bagian dari aspirasi rakyat, maka hal kami akan menindak lanjuti ke prmerintah daerah dalam hal ini Bupati, karena Angkutan darat juga bagian dari pelayanan kepentingan umum yang tak bisa di halangi,” kata Janlis.

Selain itu lanjut janlis, ini juga kelemahan dari Pemerintah Daerah yang kurang sosialisasi terhadap masyarakat di bagian Kao malifut, Kao Teluk dan kecamatan sekitarnya, maka itu Pemerintah daerah dalam hal ini adalah Tim Kopra Pemda harus kerja keras sesuai dengan surat ederan agar pengusaha kopra yang nakal arus di cabut ijin usahanya, ” tegas Janlis.

Sehingga terjadi boikot jalan di daerah kao teluk di sebabkan Tim Kopra Pemerintah Daerah tidak lakukan sosialisasi harga kopra, yang mereka lakukan hanya sampai di Desa Kusuri Kecamatan Tobelo Barat, buktinya desa kusuri harga kopra sydah mencapai 3500/ kilo, sementara dari Kecamatan Malifut sampai Kao teluk hanya bekisar diangka 2500/kilo, ini mendakan bahwa Tim Kopra Pemda tidak bekerja 4thang maksimal,” terang Janlis.

Tegas Janlis, hari akan tindak lanjuti ke Bupati agar berika solusi secepatnya supaya jalan trans tersebut bisa aktif kembali agar semua angkutan darat dapat lakukan aktifitas kembali dan ” Bupati harus Evaluasi Tim Kopra bila perlu, Tim tersebut di non job saja,” tegas Janlis.

Sementara bupati frans manery akan menindak lanjuti dengan memerintahkan tim untuk tindak lanjuti terkait harga kopra sesuai dengan edaran Bupati, dan terkait dengan blokir jalan. bupati juga akan berkordinasi langsung dengan kapolres agar hari ini juga pemboikot jalan trans sofifi harus di buka karena itu juga merupakan aktifitas umum,” ucap janlis.

Selain itu kata janlis, bahwa sesuai dengan edaran bupati, bahwa harga kopra di luar kota tobelo hanya selisih 2000 rupiah dengan harga yang ada di tobelo, maka tim harus bergerak cepat untuk sosialisasi harga kopra di wilayah kao teluk, agar jangan ada lagi aksi pemboikot jalan,” tutur Ketua Komisi II..#Jef

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!