- SWARA TERKINI, SWARA TIDORE

Terkait Jembatan Penghubung Amruk, Ketua Umum Geram Oba Angkat Bicara

Swaramalut. com, Tikep

Terkait  jembatan penghubung yang terletak di Desa Kusu, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan (Tikep)ambruk, yang sehari-hari dilewati oleh warga, dan sampai saat ini aktivitas masyarakat lumpuh, Ketua Umum Generasi Muda Oba (Geram-Oba) Julfikar Sangaji-pun angkat bicara. 

 “Jembatan ini penghubung antara Kecamatan Oba dan Kecamatan Oba Selatan. Jembatan tersebut amruk sudah 1 Minggu, kami (Masyarakat) sudah menyampaikan hal ini kepada Pemerintah,”ujar Julfikar melalui rilis-nya yang diterima oleh Reporter Swaramalut.com,Rabu (13/02/2019).

Tapi sejauh ini kata Julfikar, belum ada respon dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Pemerintah Provinsi, sehingga sampai saat ini aktivitas masyarakat  lumpuh saat hendak berpergian.

“Jembatan inikan menjadi sarana transportasi penghubung bagi warga yang berpergian, bila tidak ditangani secepatnya oleh pemerintah, tentu aktifitas masyarakat akan sangat terganggu,”jelas Julfikar.

Ia meminta kepada pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Pemerintah Provinsi, agar secepatnya melakukan langkah upaya untuk memperbaiki jembatan yang telah ambruk itu, sebab masyarakat saat ini sangat berharap.

Selain itu, pria yang kini kuliah di Universitas Khairun Ternate, Jurusan Pertanian itu juga mengungkapkan, dimana saat ini warga yang berpergian mengikuti jalur darat dengan menggunakan sepeda motor harus membayar sebesar Rp. 50.000 kepada warga Dusun Toe.

“Hal ini dilakukan, untuk mengangkat kendaraan roda dua milik mereka ke seberang jembatan, sedangkan untuk penumpang yang menumpangi mobil harus di transit ke mobil lain yang telah berada diseberang jembatan,”ucap Ketua.

Lanjut, menurut keterangan dari warga Oba Selatan kata Iki sapaannya, ketika jembatan penghubung belum putus, saat itu warga berpergian dengan menggunakan mobil menuju Sofifi hanya membayar Rp.100.000 per-orang, namun ketika jembatan amruk, warga harus rela membayar sebesar Rp. 50.000 per-orang, sebab penumpang harus di transit ke mobil yang lain.

“Kami berharap pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, secepatnya memperbaiki jembatan penghubung, karena jembatan ini sangat vital bagi warga dua Kecamatan. Apa lagi jalan tersebut adalah status jalan Provinsi,”harap Julfikar.

Kemudian saat disentil penyebab amruk-nya, ia menyampaikan kemungkinan jembatan tersebut sudah di makan usia. Meskipun sudah dimakan usia, kata Julfikar lagi, hal tersebut wajib Pemkot Tikep dan Pemrov memperbaiki kembali.#MI

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!