banner 140x600
banner 140x600
SWARA DAERAH

Wakil Ketua DPRD Nilai Pemkab Terkesan Diabaikan Korban Gempa di Joronga 

92
×

Wakil Ketua DPRD Nilai Pemkab Terkesan Diabaikan Korban Gempa di Joronga 

Share this article
banner 336x280

Swaramalut.com-Halsel

Langkah penanganan korban bencana gempa bumi 7,2 SR pada 14 Juli lalu oleh Pemkab Halmahera Selatan di puji dan dikritisi karena dianggap mengabaikan sebagian desa yang terkena dampak bencana, pujian dan kritikan ini disampaikan oleh wakil ketua I DPRD kabupaten Halmahera Selatan Asnawi Lakalantas.

Menurut Asnawi, apa yang dilakukan oleh Pemkab Halmahera Selatan dibawa pimpinan Bahrain Kasuba sebagai Bupati patut di acungi jempol untuk sebagian warga yang terkena dampak gempa namun disisi lain patut disesalkan karena Pemkab Halsel terkesan mengabaikan sebagian warganya di kecamatan Kepulauan Joronga “desa desa di kepulauan Joronga yang terkena dampak gempa sampai saat ini belum mendapat bantuan dari Pemkab Halmahera Selatan, makanya Kepulauan Joronga terkesan diabaikan oleh Pemkab karena sudah 3 hari paska gempa belum ada dari Pemkab ke Joronga,” tandas Asnawi.

Asnawi yang juga politisi PKS kabupaten Halmahera Selatan ini juga disisi lain memberikan pujian kepada Bahrain Kasuba karena tanggap penanganan sementara dengan membagikan kebutuhan dasar seperti makanan instan, selimut dan tenda untuk para warga “langkah Bupati di awalnya sudah bagus namun banyak SKPD yang tidak tanggal, seharusnya jika bupati ke Gane maka SKPD atau asisten lainnya harus ke Joronga maupun ke Bacan Timur Tengah dan sebagai sehingga kebutuhan awal para pengungsi dapat teratasi, bukan Bupati ke Gane rata-rata SKPD ramai-ramai ikut bupati, jadi ini harus menjadi perhatian Bupati,” tuturnya.

Asnawi lantas menyarankan kepada Pemkab Halsel untuk membentuk tim khusus yang dikomandai oleh TNI atau Polri untuk pemulihan paska gempa karena masyarakat terutama anak anak membutuhkan pemulihan psikis dan segala bentuk traumatik di mmasyarakat “pemulihan kondisi masyarakat sedia kalah membutuhkan keseriusan Pemkab makanya harus ada tim sehingga dapat teratasi dengan benar,” tukasnya.

Disisi, Asnawi juga menyarankan kepada Pemkab harus ada posko induk, supaya Pembagian bantuan bisa merata, karena informasi bantuan akan datang dari berbagai pihak termasuk ACTA, Baznas dan bantuan dari lainnya “harus ada posko Induk sehingga bantuan merata dibagikan, sehingga juga bantuan tidak menumpuk, buktinya BPBD sendiri belum memiliki data yang akurat terkait dengan desa desa yang terkena gempa dan Jorong sampai saat belum tersentuh bbantua,” Pungkasnya.

Sekedar diketahui, korban gempa bumi dengan kekuatan 7,2 SR yang mengguncang sejumlah kecamatan di wilayah Gane dan pulau Bacan di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel, meskipun belum secara keseluruhan. Data yang diperolehan pada saat dilakukan peninjauan langsung dilokasi korban gempa diwilayah Gane pada Senin 15 Juli 2019, hingga Selasa 16 Juli pukul 01.30 dini hari. wit, korban meninggal dunia 4 orang yakni, 2 orang dari Desa Gane Luar Kecamatan Gane Timur Selatan atas nama Aina Amin (58), Biji Siang (63), sedangkan 1 korban dari Desa Gane Dalam Kecamatan Gane Barat Selatan, atas nama Asfar Mukmat (21), dan Saima Mustafa (90) Warga Desa Nyonyifi Kecamatan Bacan Timur yang meninggal dilokasi pengungsian. Sedangkan korban luka-luka 51 orang dari Desa Gane Dalam, terdiri dari 49 orang luka ringan dan 2 orang luka berat, untuk masyarakat desa pasipalele 6 orang luka ringan, sementara masyarakat desa Tawa jumlah korban luka-luka 28 terdiri dari 3 orang luka berat dan 25 orang luka ringan.

Sementara untuk kerusakan bangunan baik fasilitas umum maupun pemukiman warga yang terdapat ditiga desa sebanyak 587 unit bangunan yang rusak, diantaranya Desa Gane Dalam Kecamatan Gane Barat Selatan 219 unit bangunan, Desa Pasipalele 248 unit bangunan, dan Desa Tawa sebanyak 130 unit bangunan, selain itu tempat ibadah, sarana pendidikan, sarana kesehatan, dan jambatan laut yang ada disejumlah desa juga ambruk.. # Tox.

banner 336x280
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!