banner 140x600
banner 140x600
PENDIDIKAN/KESEHATANSWARA DAERAH

Bongkar Persoalan di SDN 55 Kota Ternate, Komite Tantang Kepsek Buka Anggaran BOS dan BOSDA Ke Publik

×

Bongkar Persoalan di SDN 55 Kota Ternate, Komite Tantang Kepsek Buka Anggaran BOS dan BOSDA Ke Publik

Share this article

SwaraMalut.com TERNATE – Gelombang protes mengguncang manajemen internal SD NEGERI 55 Kota Ternate. Sejumlah orang tua murid secara terbuka membongkar dugaan carut-marut pengelolaan keuangan sekolah, mulai dari ketidaktransparanan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) nasional dan BOS daerah, pungutan kepada orang tua siswa yang diduga tidak sesuai aturan, hingga uang kas jumat.

Menanggapi hal tersebut Ketua Komite SDN 55 Kota Ternate Syaiful secara lantang menantang kepala Sekolah Ismiyati Abdullah untuk membuka secara total penggunaan anggaran Bantuan Operasional Sekolah(BOS) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah(BOSDA) sekaligus mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan penyimpangan dari tahun 2023-2026.

Syaiful menegaskan bahwa selama kepemimpinan Ismiyati Abdulah sebagai Kepsek dirinya melihat banyak persoalan terjadi di sekolah, mulai dari sarana prasarana banyak yang minim, kurangnya ketersediaan buku-buku pelajaran hingga, sistim pengajaran yang sangat lemah sehingga sekolah SDN 55 Kota Ternate merupakan satu-satunya sekolah di kecamatan Ternate utara yang mendapatkan Akreditas C., sehingga hal ini menjadi sorotan publik.

Menurutnya, semua peroalan yang terjadi itu disebabkan  minimnya transparansi kepsek pada penggunaan anggaran BOS dan BOSDA, sehingga publik selalu bertanya-tanya anggaran yang sebesar itu di kemanakan padahal sekolah masih banyak kekurangan untuk peningkatan mutu pendidikan.

“ Saya bersama orang tua murid menantang kepsek agar membuka seluruh penggunaan anggaran BOS dan BOSDA kepada publik. Kalau memang bersih, tidak ada alasan menutup informasi yang menjadi hak masyarakat,” tegas  Ipul sapaan akrabnya Ketua Komite  kepada media ini , Sabtu (27/6/2026).

Ia menilai masyarakat berhak mengetahui ke mana anggaran ratusan juta rupiah setiap tahunnya dibelanjakan, mengingat berbagai persoalan di sekolah masih terus dikeluhkan.

” Apapun alasannya, penggunaan anggaran BOS dan BOSDA tahun 2023-2026 Bagaimanapun harus di pertanggungjawabkan walaupun kedepan dirinya akan dimutasikan ke sekolah lain dan tentu kami juga akan mengawal terus persoalan ini”tutupnya mengakhiri. #tim/red.

banner 336x280 banner 336x280
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!