Swaramalut.com HALUT-Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara tahun 2026 dinilai sukses secara menyeluruh meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Keberhasilan ini tidak hanya terlihat dari jalannya pertandingan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat lokal.
Salah satu dampak paling terasa adalah peningkatan aktivitas ekonomi di wilayah Halmahera Utara, khususnya di kota Tobelo.
Pelaku usaha dan pemilik rumah makan melaporkan lonjakan jumlah pengunjung yang signifikan, dengan kenaikan omzet mencapai sekitar 45 persen dibandingkan hari biasa.
Perputaran transaksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tersebar mulai dari Lapangan Pitu hingga kawasan Alun-alun Tobelo tercatat sangat tinggi.
Rata-rata pendapatan para pedagang meningkat hingga dua kali lipat, mencapai angka sekitar Rp2,5 juta per hari.
“Biasanya sepi, tapi sejak Porprov dimulai, kedai kami jadi ramai dan padat pengunjung, omzet naik sekitar 45 persen. Kami berharap akan ada event-event seperti ini di tahun-tahun berikutnya,” ujar Nurul, salah satu pemilik kedai di Alun-alun Tobelo, saat ditemui pada Selasa (9/6/2026).
Sektor pariwisata dan akomodasi pun turut merasakan manfaatnya. Tingkat hunian hotel, penginapan, hingga tempat kos mencapai hampir 100 persen, didominasi oleh kebutuhan tempat tinggal bagi ratusan atlet dan ofisial dari berbagai kontingen daerah.
Selain dampak ekonomi, Porprov ini juga menjadi ajang pembuktian sekaligus sarana pencetakan atlet berpotensi.
Perhelatan bertema “Malut Bangkit” ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan atlet unggulan yang nantinya dapat berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Bupati Kabupaten Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Selaku tuan rumah saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KONI Maluku Utara khususnya panitia besar dan panitia lokal atas penyelenggaraan Porprov ini,” tegasnya.
Ketua Panitia Besar Porprov V Maluku Utara, Makmur Gamggulu, menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah acara olahraga mencakup tiga aspek utama yaitu sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses pemberdayaan ekonomi.
Ia mengakui bahwa pengelolaan anggaran dilakukan secara sangat ketat dan efisien mengingat keterbatasan dana yang tersedia dari APBD.
“Dengan situasi efisiensi seperti ini, anggaran yang dialokasikan tidak selonggar sebelumnya. Karena itu, panitia harus mencari berbagai alternatif agar kebutuhan acara tetap terpenuhi. Kami menyampaikan terima kasih atas seluruh dukungan, walau kita punya keterbatasan di sisi anggaran, tetapi event ini bisa berjalan dengan lancar,” ungkap Makmur.
Dengan berakhirnya perhelatan ini, semangat “Malut Bangkit” untuk membangun prestasi olahraga berbasis potensi daerah semakin menguat dan menjadi modal berharga bagi perkembangan olahraga di Maluku Utara ke depannya.












