Swaramalut.com HALUT- Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), Halmahera Utara, Maluku Utara, Selpianus H Kaya membuka Workshop Orientasi Penambahan Akses Layanan Tes dan Pengobatan HIV dan IMS Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, di Gedung Aula Hotel Kita, Selasa (01/11/2022).
Selpianus pada kesempatan itu menyampaikan bahwa situasi dan sasaran program sampai dengan September tahun 2022, terutama program penanggulangan HIV AIDS dengan berbagai strategi menjangkau 10 % Masyarakat di Kabupaten Halmahera Utara.
“Target program P2 HIV AIDS Kabupaten Halmahera Utara tahun 2022, Lelaki seks lelaki (LSL) 55 orang, Waria 23 orang, Wanita Pekerja Seks (WPS) 58 orang, Pasien TB 203 orang dan Ibu hamil sebanyak 2306 orang,” sebut Selpianus.
Sementara untuk capaian program P2 HIV AIDS sampai dengan September tahun 2022, tercatat lelaki seks lelaki (LSL) yang mendapat tes HIV sebanyak 2 orang (3,6%), Waria 0 orang, Wanita Pekerja Seks (WPS) 11 orang (18,8%), Pasien TB 111 orang (54,6%), dan Ibu hamil mendapat tes HIV 1703 orang (73,8%).
Selpianus bilang, terdapat dua permasalahan dalam penanggulangan HIV AIDS di Halmahera Utara. Pertama dukungan dan Pengobatan (PDP), dan kurangnya pemahaman Masyarakat tentang penyakit HIV AIDS.
Selain itu, sistem pencatatan pelaporan yang belum optimal ketersediaan ARV dan reagensia maupun pengelola program yang rangkap tugas.
Selpianus berharap dengan adanya kegiatan tersebut mendapat dukungan dari semua pihak untuk penanggulangan HIV AIDS di Halmahera Utara.
“Dengan diskusi ini kiranya mendapat perhatian, dukungan serta komitmen yang kuat dari berbagai pihak untuk membantu dalam penanggulangan HIV AIDS,” pinta dia.
Sementara itu, harapan dengan adanya penambahan akses layanan HIV dan IMS di Halmahera Utara juga disampaikan ketua Panitia Workshop Nurafni Kudo selaku pengelola program HIV Aids dan IMS Maluku Utara.
Menurut dia, penambahan akses layanan HIV tersebut bisa menjadi akses layanan baru di Kabupaten Halmahera Utara.
“Semoga dengan penambahan akses layanan baru, setelah RSUD Tobelo, Klinik Hohidiai yang sudah lebih dulu menjadi akses khusus orang dapat membantu dalam penanggulangan HIV AIDS,” singkatnya mengakhiri.. #jojo












