Swaramalut.com HALUT- Asisten II Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Halmahera Utara, Wenas Rompis, mewakili Bupati meresmikan Rumah Pastori Jemaat Sion Soakonora di Kecamatan Galela Selatan, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan peresmian dihadiri langsung Camat Galela Selatan, perwakilan Badan Pengurus Harian Sinode (BPHS) GMIH Jalan Kemakmuran, para undangan, serta seluruh jemaat Sion Soakonora.
Prosesi peresmian berlangsung khidmat diawali dengan pengguntingan pita, penyerahan kunci bangunan, hingga ibadah pentahbisan Rumah Pelayanan.
Dalam arahannya, Wenas Rompis menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen jemaat Sion Soakonora yang telah bahu-membahu bekerja keras hingga pembangunan rumah pastori ini tuntas dan dapat diresmikan.
“Rumah Pastori bukan hanya sekadar bangunan fisik, melainkan simbol pelayanan, pengabdian, serta bukti kehadiran gereja di tengah-tengah umat,” ujar Rompis.
Ia menjelaskan keberadaan rumah pastori yang layak sangat mendukung tugas dan pelayanan hamba Tuhan dalam membimbing, membina, serta memperkuat iman jemaat.
Pihaknya berharap bangunan ini dimanfaatkan secara optimal sebagai pusat pelayanan yang membawa berkat bagi seluruh umat.
“Terlebih lagi di sini telah disediakan ruang khusus untuk konseling dan tempat pergumulan, yang terbuka sepenuhnya bagi kebutuhan jemaat,” tambahnya.
Rompis menegaskan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara sangat menyadari peran strategis gereja dalam pembentukan karakter, moral, dan spiritual masyarakat.
Karena itu, sinergi antara pemerintah dan pihak gereja harus terus diperkuat demi mewujudkan masyarakat Halmahera Utara yang religius, harmonis, maju, dan sejahtera.
“Terus jaga kerukunan untuk memperkuat ikatan persaudaraan di tengah kita semua,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Gilbert Tuanaung melaporkan pembangunan Rumah Pastori ini berlangsung selama 9 bulan 16 hari dan berkat pemeliharaan Tuhan dapat diselesaikan sesuai target waktu.
Total biaya yang digelontorkan untuk pembangunan mencapai Rp646.528.000. Sebesar 90 persen dana tersebut bersumber dari potensi dan swadaya jemaat, sedangkan 10 persen sisanya merupakan sumbangan dari pihak luar.
“Kami sangat bersyukur pembangunan ini dapat selesai tepat waktu, semuanya semata-mata karena kemurahan dan kasih Tuhan,” tutup Gilbert.












