banner 140x600
banner 140x600
PENDIDIKAN/KESEHATANSWARA DAERAH

Tambang Smart Marsindo Ancam Keselamatan Siswa dan Fasilitas Pendidikan: Satrianti : Ini Menjadi Tanggung Jawab Pemerintah

×

Tambang Smart Marsindo Ancam Keselamatan Siswa dan Fasilitas Pendidikan: Satrianti : Ini Menjadi Tanggung Jawab Pemerintah

Share this article

SwaraMalut.com.HALTENG- Aktifitas penambangan nikel PT Smart Marsindo dengan jarak begitu dekat dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Halmahera Tengah (Halteng) dinilai dapat mengancam keselamatan siswa  dan fasilitas pendidikan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala SMA 3 Halmahera Tengah, Satrianti Mustamin kepada sejumlah awak media, Jumat (30/01/2026) dimana dirinya mengatakan, bahwa pihaknya beserta siswa siswi merasa cemas dengan aktifitas penambangan PT Smart Marsindo di Pulau Gebe.

Lanjutnya, aktifitas penambangan tersebut dengan sekolah jaraknya sangat berdekatan yakni kurang lebih 100 meter dan ini dinilai sangat mengganggu ketika proses belajar mengajar berlangsung karena suara kebisingan mesin serta debu yang dapat merusak kesehatan.

Satrianti mengungkapkan lokasi SMPN 3 Halteng dengan jumlah peserta didik 153 orang itu harusnya berada di kawasan yang baik dan layak sebagai lingkungan pendidikan. Namun kondisi di bagian belakang sekolah menunjukkan kerusakan yang mengkhawatirkan.

“Di belakang sekolah sudah mulai gundul. Keselamatan anak-anak dan fasilitas pendidikan jelas tidak terjamin, karena area belakang sekolah kini berubah menjadi bukit yang curam akibat aktivitas penambangan namun beberapa bulan terakhir ini aktifitas dari perusahaan itu belum dilakukan setelah dilakukan peletakan batu pertama SMA Negeri 3 Halmahera Tengah. Dimana SMA ini rencananya bakal dipindahkan,” ujarnya.

Dikatakan, dewan guru maupun siswa siswi juga merasa takut dengan adanya aktifitas penambangan lantaran dapat menyebabkan longsor atau banjir disaat hujan deras turun.

Menurutnya, peletakan batu pertama untuk pembangunan SMA Negeri 3 Halmahera Tengah dilakukan pada November 2025 lalu namun pasca hal tersebut belum ada tanda- tanda pembangunan dilaksanakan oleh PT Smart Marsindo.

“Kalau memang sekolah ini tak jadi untuk di bangun maka dari perusahaan tersebut harus segera melakukan reboisasi supaya tidak membuat pihak sekolah merasa takut ketika hujan deras yang bisa mengancam keselamatan,” jelasnya.

Bahkan, para orang tua murid juga turut mendukung ketika sekolah itu direlokasi di tempat yang baru supaya tidak mengancam keselamatan siswa siswi dan para guru.

Olehnya itu, pihaknya mendesak kepada PT Smart Marsindo agar secepatnya untuk membangun gedung sekolah bukan hanya diam pasca peletakan batu pertama pada tahun 2025 kemarin.

Dia menegaskan, agar PT Smart Marsindo supaya berikan kepastian terkait dengan rencana pembangunan gedung sekolah baru. Kalau masih bertahan disinia bahwa pihaknya merasa cemas lantaran pohon- pohon digunung sudah digunduli

“Ini bukan sekadar soal tambang, tapi soal rusaknya fasilitas umum berupa sekolah. Kalau ini dibiarkan, lama-lama bangunan sekolah bisa runtuh,” tegasnya.

Ia menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi cerminan bagi semua pihak atas maraknya bencana ekologis seperti longsor dan banjir yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Maluku Utara.

“Padahal Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto menginginkan supaya program pendidikan berjalan dengan baik tanpa ada yang mengancam keselamatan para siswa,” tegasnya dengan nada sedih,” tutupnya. #tim/red.

banner 336x280 banner 336x280
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!