Swaramalut.com HALUT- Warga Desa Kusuri, Kecamatan Tobelo Barat, Kabupaten Halmahera Utara, menyampaikan harapan agar pemerintah dapat menambah alokasi kuota minyak tanah di wilayahnya.
Pasalnya, pasokan yang diterima saat ini dinilai sangat terbatas dan belum sebanding dengan jumlah kebutuhan warga.
Hal ini disampaikan langsung oleh salah satu warga Desa Kusuri, Daniel, Selasa (14/07/2026).
Menurut Daniel, saat ini terdapat sekitar 1.500 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di Desa Kusuri. Namun, kuota minyak tanah yang dialokasikan untuk seluruh desa tersebut hanya sebesar 1.200 liter per bulan.
“Desa Kusuri dengan jumlah kepala keluarga kurang lebih 1.500 KK, hanya mendapatkan kuota minyak tanah 1.200 liter per bulan,” ungkap Daniel kepada awak media.
Kondisi ini semakin terasa timpang jika dibandingkan dengan wilayah lain di sekitarnya. Ia mencontohkan, di Kecamatan Tobelo Utara seperti Desa Gorua, Gorua Tengah dan desa sekitarnya, kuota minyak tanah yang diterima mencapai puluhan ton.
“Ini artinya tidak ada keseimbangan dalam pembagian kuota,” tegasnya.
Karena itu, Daniel berharap pihak berwenang segera memberikan perhatian khusus terkait distribusi kuota minyak tanah. Pembagian diharapkan dapat disesuaikan agar lebih seimbang dan adil antarwilayah.
“Kami berharap ada perhatian terkait pembagian kuota minyak tanah, sehingga ada keseimbangan dalam pembagian terhadap warga masyarakat. Karena kami sangat membutuhkannya,” pungkasnya.












