banner 140x600
banner 140x600
EKONOMI/PEMBANGUNAN

Warga RUA Menolak Keras Rencana Pengalihan Pembangunan Perkuatan Tebing Pengendali Sedimen 

×

Warga RUA Menolak Keras Rencana Pengalihan Pembangunan Perkuatan Tebing Pengendali Sedimen 

Share this article

SwaraMalut.com, TERNATE – Rencana pemindahan atau pengalihan pembangunan perkuatan tebing sungai alur baru pasca banjir bandang pada proyek pengendali Sedimen di Kecamatan Ternate Selatan dan  Kecamatan Pulau Ternate, tepatnya di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, oleh Balai Wilayah Sungai Provinsi Maluku Utara ditolak warga setempat.

Perkuatan Tebing pengendali Sedimen yang sementara dikerjakan

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu warga yang juga tokoh Masyarakat Kelurahan RUA, Haikal F Kapita, kepada media ini Rabu, 15 Agustus 2026.

Menurutnya, rencana pemindahan atau pengalihan dari sisa pekerjaan penguatan tebing ini jelas sangat merugikan warga terutama warga RT. 01/ RT.02.

“Olehnya itu, kami warga Kelurahan RUA menolak keras akan  pemindahan atau pengalihan dari sisa pekerjaan sebagai mana yang direncanakan oleh pihak BWS Malut yang disampaikan oleh pihak ketiga (Kontraktor),” katanya.

Dia juga mengatakan pemindahan atau pengalihan pekerjaan tersebut sudah pernah terjadi pada tahun 2025 karena terkendala lahan, dan saat ini juga pekerjaan tersebut direncanakan dialihkan dengan alasan yang sama.

“Otomatis kami menolak keras, kalau sebelumnya dialihkan dilingkungan berbeda dalam kelurahan yang sama, tetapi yang sekarang itu dilakukan ke tempat atau Kelurahan berbeda,” ujar Ekal sapaan akrab Haikal.

Apabila lanjut Ekal, pada pekerjaan terkendala lahan bukan berarti pekerjaan yang harus dialihkan begitu saja, tetapi masalah atau kendalanya yang harus diselesaikan.

“Kan pihak BWS dan Rekanan mencari solusi penyelesaian dengan pihak pemilik lahan yang bermasalah bukan main pindahkan atau alihkan pekerjaan seperti yang direncanakan itu,” ucapnya.

Ekal juga menegaskan, pemindahan atau pengalihan pekerjaan sudah pernah terjadi, jadi kali ini kami atas nama warga menolak keras rencana tersebut dan akan melakukan  pemboikotan ulang atas pekerjaan yang sementara berlangsung itu.

“Dan kalaupun pekerjaan tersebut akan dialihkan, maka kami atas nama warga RUA meminta agar dialihkan di Sabo Dam 3, bukan dialihkan ke Kelurahan lain,” tegasnya.

Sementara itu, PPK Supan 2 BWS Malut, Irwan Muhammad, saat dikonfirmasi media ini, mengakui tidak ada rencana pengalihan atau pengalihan dari sisa pekerjaan penguatan tebing pengendali Sedimen sebagai mana keluhan warga RUA itu.

“Karena, saat ini yang kami (BWS) fokusnya, itu bagaiman menyelesaikan pekerjaan itu hingga ke pantai, jadi hanya isu,” terangnya.

Memang, pada pekerjaan tersebut ada terkendala masalah lahan, dimana pemilik lahan belum memberikan ijin, sehingga pekerjaan belum bisa diteruskan.

“Jujur saja itu (masalah lahan) itu bukan ranah Kami (BWS), tapi kami (BWS) mencoba mencari solusi dari masalah tersebut dan kami juga berharap pihak kelurahan maupun pihak Pemkot dapat membantu menyelesaikan persoalan ini agar pekerjaan tersebut dapat dilanjutkan dan kalau pekerjaan ini tidak diteruskan sampai ke Pantai dikhuatirkan ketika terjadi banjir air bisa meluap ke pemukiman melalui saluran drainase di samping jembatan,” tuturnya. #chull/red

banner 336x280 banner 336x280
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!