banner 140x600
banner 140x600
EKONOMI/PEMBANGUNANPENDIDIKAN/KESEHATANSWARA DAERAHSWARA NASIONAL

Kejar Elektabilitas Pendidikan, IKDT Canangkan Kuliah Kampung

×

Kejar Elektabilitas Pendidikan, IKDT Canangkan Kuliah Kampung

Share this article

Swaramalut.com, HALSEL – Guna mengejar elektabilitas di dunia pendidikan Ikatan Komunitas Desa Togale (IKDT) mencanangkan program kuliah kampung di wilayah Halmahera Selatan (Halsel) Maluku Utara (Malut).

Ketua IKDT Halsel, Dr. Iksan Subur, program kuliah kampung yang dicanangkan merupakan bagian dari mewujudkan visi kami (IKDT) Togale menuju Desa senyum sekaligus mengimplementasikan Undang-Undang Sisdiknas Nomor : 20 Tahun 2003 yakni pendidikan informal.

“Sehingga IKDT terinspirasi dan mencanangkan program Kuliah Kampung guna menyetarakan pendidikan kepada khususnya warga Togale yang berada di negeri Saruma,” kata Iksan kepada swaramalut.com, Jumat, 18 Maret 2022.

Kerana warga Togale (Tobelo -Galela) khususnya berada di zona pesisir Negeri Saruma hanya mengeyam pendidikan Formal pada tingkat SD dan SMP saja.

“Jadi melalui data Indeks Pendidikan Masyarakat (IPM) dan fakta lapangan, pendidikan warga Togale berada dalam masa Krisi atau tertinggal,” jelas Kadishub Halsel.

Olehnya itu, perlu dilakukan penyetaraan pengetahuan melalui program yang diberi nama kuliah kampung tersebut, untuk menciptakan warga Togale yang berwawasan atau tidak miskin pengetahuan.

“Sebagaimana motto dari kuliah kampung, ‘tingkat pendidikan boleh renda tetapi wawasan harus luas,” ujar Iksan.

Iksan bilang, dengan berjalannya kuliah kampung maka akan terjadi kompetisi belajar antara Desa Togale yang berada disemua Zona dan kompetisi belajar tersebut, kita bisa dapat mengukur elektabilitas pendidikan dari masing – masing Desa Togale, Desa mana yang tingkat elektabilitas pendidikan tinggi, sedang maupun rendah.

“Sebab negeri Saruma memiliki 4 zona wilayah dengan jumlah Desa 249 dan 95 persen berada di daerah pesisir, sementara Desa – Desa Togale tersebar pada 3 zona, jadi akan dibentuk IKDT guna menjalankan program kuliah kampong tersebut,” tuturnya.

Tambah mantan Kadis DPMPD Halsel, indikator dari sebuah desa berkembang, kurang berkembang dan mandiri tergantung tingkat elektabilitas pendidikan.

“Semakin tinggi elektabilitas pendidikan maka Desa tersebut semakin maju dan mandiri begitupun sebaliknya,” tutup Iksan. #IL/red

banner 336x280
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!