SwaraMalut.com TERNATE – Alih-alih memberikan klarifikasi yang benderang bak lampu taman, Kepala SDN 55 Kota Ternate Ismiyati Abdullah, justru memilih jalan sunyi yang memicu tanda tanya.
Pasca-mencuatnya dugaan miring terkait pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah(BOSDa) di instansinya, akses komunikasi dengan semua orang menunjukan sikap yang tertutup termasuk kalangan awak media.
Sikap defensif ini memicu spekulasi liar di tengah masyarakat: Apakah klaim “sudah bersih” yang sempat diucapkannya hanya sekadar tameng, atau memang ada “tangan tak terlihat” yang melindunginya Sebab dari sekian informasi beliau merupakan kepsek yang terpilih melalui jalur khusus..?
Jurus Ancam dan Tameng Penguasa
Sebelumnya, Komite dan orang tua murid mengendus sejumlah aroma tak sedap dalam pengelolaan keuangan di sekolah tersebut.
Mulai dari pungutan, iuran sadakah jumat hingga tidak melibatkan komite dan dewan guru dalam menyusun Rancangan Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) selama dirinya menjabat sebagai Kepsek di Sekolah tersebut.
Saat di tanyakan komite dan orang tua murid, dirinya selalu beralasan yang tidak masuk akal dengan mengatakan bahwa terkait anggaran tidak bisa di publis itu disebabkan perintah dari dinas bahkan untuk LPJ BOS dan BOSDa saja dirinya sempat berkilah bahwa sekolahnya sudah diperiksa Inspektorat dan dinyatakan bersih.
Ia bahkan meminta komunikasi dilakukan secara konvensional dengan datang dan tanyakan langsung ke dinas.
Namun, setelah ditanyakan ke pihak dinas semua yang dikatakan bertolak belakan, sebab terkait penggunaan kedua anggaran tersebut dinas menggunakan agara dapat di lakukan secara transparan sebab kewajiban sekolah dalam mengelola dan melaporkan penggunaan dana secara terbuka agar publik dan masyarakat dapat memantau serta mencegah penyalahgunaan.
“Tindakan selalu membawa nama dinas dan selalu berkilah itulah justru memperkuat indikasi bahwa ada sesuatu yang sedang disembunyikan rapat-rapat dari publik,” ungkap salah satu orang tua siswa yang tidak mau namanya dipublis kepada media ini, Selasa(23/6/2026).
Gaya seperti ini yang dinilai kurang elok memicu dugaan bahwa sang Kepala Sekolah merasa “di atas angin” karena disinyalir memiliki hubungan khusus atau perlindungan dari oknum pejabat tertentu di tingkat daerah.
“Rekor” 3 Tahun Meminpin Sebagai Kepala Sekolah di SDN 55 Kota Ternate
Selain persoalan transparansi anggaran, publik juga menyoroti masa bakti Ismiyati Abdullah di SDN 55 Kota Ternate tidak menunjukan tren yang positif dimana dalam kurung waktu itu ada 3 sampai 4 guru meninggalkan Sekolah yakni satu guru di pindahkan ke Sekolah lain karena ada terjadi beda pendapat dengan kepsek menyangkut dengan anggaran, dan tiga lainnya yang merupakan tenaga honorer memilih keluar karena upah tidak pernah terbayarkan bahkan ada yang sampai memasuki tahun kedua upahnya tidak di bayarkan.
Bukan hanya itu saja, dimasa kepemimpinan nya juga SDN 55 Kota Ternate tidak menunjukan peningkatan mutu pendidikan dimana terlihat SDN 55 Kota Ternate masuk dalam Akreditas C dan itu menunjukan Sekolah tersebut minim dalam peningkatan mutu.
“Harapan kami sederhana, ada perubahan ke arah yang lebih baik. Jangan sampai sekolah ini makin amburadul dan terus kehilangan kepercayaan dari masyarakat,” ujarnya mengakhiri.#tim/red.












