SwaraMalut.com, TERNATE – Upaya akselerasi konektivitas di wilayah Maluku Utara terus menunjukkan tren positif, ini terbukti dengan pekerjaan Proyek preservasi jalan keliling Pulau Ternate (penanganan Longsoran) di Kelurahan Ngade, Ternate Selatan, Kota Ternate rampung 100 persen melampaui target rencana awal.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Maluku Utara (BPJN Malut) Abdul Hamid Payapo, mengakui, berdasarkan data teknis terkini, salah satu bagian paling krusial pada paket ini yaitu pekerjaan struktur talud (tembok penahan tanah) yang telah rampung dikerjakan 100 persen.
“Capaian ini, berhasil diselesaikan secara tepat waktu sesuai dengan target rencana penyelesaian, yaitu pada akhir bulan Agustus 2026 lalu,” kata Abdul Hamid Payapo media ini, Senin, 7 September 2026.
Mengingat, Abdul Hamid Payapo Bilang, karekteristik geografis jalan yang berada langsung di tepi tebing di ruas jalan Bastiong – Jambula Kita Ternate, sehingga struktur talud penahan tanah ini sangat penting untuk melindungi badan jalan dan risiko longsoran.
“Dengan rampungnya seluruh struktur pengaman tersebut, saat ini ruas jalan Bastiong -Jambula (Ngade) Kota Ternate telah siap, mantap, dan aman untuk dilintasi atau dilalui oleh kendaraan masyarakat, baik roda dua maupun roda empat,” ujarnya.
Karena potensi hambatan lalu Lintas akibat aktivitas konstruksi berat pada struktur talud kini sudah tidak ada lagi dan saat ini, tim teknis di lapangan tinggal menyisakan pengerjaan akhir (finishing).
“Yakni, pekerjaan pengaspalan jalan untuk menyempurnakan kerataan permukaan aspal untuk kenyamanan dan keselamatan berkendara yang lebih optimal,” terangnya.
Abdul Hamid juga menambahkan, melihat tren positif performa kontraktor dan tim pengawas di lapangan, Kami (BPJN Malut) optimis proses Serah Terima Pertama Pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO) dapat dilaksanakan sebelum Akhir Desember 2026 atau lebih cepat dari rencana PHO awal.
“Jadi, dengan Penyelesaian paket preservasi ini, diharapkan tidak hanya memperpanjang usia pakai jalan nasional di Pulau Ternate, tetapi juga memberikan dampak langsung pada kelancaran arus logistik, kenyamanan transportasi harian masyarakat, serta mendukung aksesibilitas menuju berbagai destinasi wisata unggulan di sekeliling Pulau Temate,” pintanya. #tim/red











