Swaramalut.com HALUT- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Desa Sasur, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, telah memasuki hari ketiga, sejak Minggu 13 hingga Selasa 15 September 2026.
Hingga saat ini, upaya penanganan terus dilakukan secara berkesinambungan oleh tim gabungan di lokasi.
Koordinator Karhutla Desa Sasur, Nesto Bitino, menyatakan bahwa wilayahnya menjadi salah satu titik rawan kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Kao.
“Sampai sekarang, petugas penanganan kebakaran yang diutus oleh Bupati yaitu tim Damkar masih tetap bersiaga di Desa Sasur dan terus melakukan upaya penanganan yang sudah berlangsung selama tiga hari berturut-turut,” ujar Nesto.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan berkisar antara 30 hingga 40 hektar. Jenis tanaman yang umumnya terdampak antara lain kelapa, cengkih, dan palah.
Sementara itu, rincian pasti jenis tanaman dan kerugian yang dialami warga masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari Satgas Karhutla Desa Sasur.
Penanganan kebakaran melibatkan tim gabungan yang terdiri dari petugas Pemadam Kebakaran, Pemerintah Kecamatan Kao, Satgas Karhutla Desa Sasur, serta masyarakat setempat yang bergotong royong menjaga kesiapsiagaan di lapangan.
Kehadiran petugas yang dikirim langsung oleh Bupati Halmahera Utara mendapat apresiasi hangat dari warga.
Nesto mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Utara, serta Camat Kao yang secara intensif mendampingi upaya penanganan di lokasi.
“Sebagai masyarakat, kami menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Utara. Kami juga berterima kasih kepada Camat Kao yang terus melakukan upaya penanganan kebakaran di Desa Sasur,” ungkapnya.
Nesto berharap semua pihak, baik pemerintah maupun pihak swasta, terus memberikan perhatian dan kepedulian terhadap penanganan serta pencegahan Karhutla di wilayah tersebut.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di lingkungan sekitar.











