SWARAMALUT.COM HALUT- Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Halmahera Utara, Frans Maney, secara resmi menyatakan pengunduran dirinya dari pencalonan sebagai Ketua DPD II Golkar Halmahera Utara untuk periode 2025-2030.
Pernyataan sikap itu disampaikannya langsung saat memberikan sambutan dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-6 Golkar Halut, yang berlangsung di Aula Hotel Marahai Park, Selasa (13/10/2026).
“Selaku Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Halmahera Utara yang belum demisioner, saya hari ini menyampaikan menarik diri dari pencalonan,” ucap Frans Maney di hadapan para kader dan peserta Musda.
Frans menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran pengurus dan kader yang telah bekerja keras bersama selama dua periode kepemimpinannya.
“Bagi saudara-saudaraku yang sudah membantu kami selama dua periode, saya ucapkan terima kasih banyak,” tuturnya.
Dengan mundurnya Frans Maney, perebutan kursi ketua DPD II Golkar Halut belum berakhir. Frans menegaskan bahwa masih ada satu nama calon yang bertahan, yaitu Maria Silfi Deyabora Tongo Tongo.
“Pengunduran diri saya belum berarti proses selesai, karena masih ada satu orang calon, yaitu Maria Silfi Deyabora Tongo Tongo,” tegasnya.
Sebelumnya, diketahui terdapat tiga nama yang mendaftar sebagai calon Ketua DPD II Golkar Halmahera Utara, yaitu Dr. Piet Hein Babua, Frans Maney, dan Maria Silfi Deyabora Tongo Tongo.
Dalam kesempatan itu, Frans juga menyampaikan capaian-capaian yang diraih Partai Golkar Halut selama dua periode kepemimpinannya, antara lain melahirkan dua anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, empat anggota DPRD Kabupaten Halmahera Utara, satu Ketua DPRD Kabupaten Halut, serta satu Bupati Halmahera Utara.
“Inilah yang harus tetap dipertahankan. Kita boleh berdebat dan saling menegur, tapi Golkar tetap harus solid. Saya melepas pimpinan DPD II Golkar, tapi bukan berarti saya tinggalkan Golkar,” pungkas Frans Maney disambut tepuk tangan para kader yang hadir.(*)











