SwaraMalut.com HALUT- Ketua Umum Relawan Musisi Indonesia Timur dari Timur for Prabowo-Gibran, Jhoni Timbangnusa, angkat bicara menanggapi pernyataan Amien Rais yang viral di media sosial terkait Prabowo-Tedy.
Jhoni yang saat ini sedang berkiprah di Jakarta menegaskan bahwa video yang diunggah Amien Rais tersebut merupakan berita bohong (hoaks) dan tidak memiliki dasar yang kuat. Pernyataan tegas ini disampaikannya pada Senin (4/5/2026).
“Pernyataan Amien Rais semakin ekstrim dan tidak lagi berpijak pada rasionalitas,” kesal Jhoni.
Sebagai tokoh masyarakat atau Kapita Tanah Besar Halmahera, Maluku Utara, Jhoni menilai bahwa kritik yang disampaikan dalam video tersebut sudah melampaui batas dan masuk dalam kategori narasi fitnah.
Menurutnya, kritik dalam sistem demokrasi adalah hal yang wajar dan diperlukan, namun harus disampaikan dengan data dan argumentasi yang jelas, bukan berdasarkan asumsi liar atau gosip yang berpotensi merusak reputasi seseorang.
“Kritik tersebut harus disampaikan dengan data dan argumentasi yang jelas, bukan melalui asumsi liar, gosip, atau inisiatif yang berpotensi merusak nama baik,” tegasnya.
Jhoni menilai pernyataan dalam video tersebut telah menyeret isu moralitas pribadi tanpa bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, hal ini dinilai telah mencoreng nama baik dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya di ruang publik.
Sebagai tindak lanjut, Jhoni memastikan akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan atau mempolisikan kasus tersebut terkait penyebaran video viral yang dinilai merugikan itu.
“Kami akan menempuh langkah hukum yang akan ditentukan atas video viral yang diunggah Amien Rais,” pungkasnya.
Jhoni Timbangnusa, angkat bicara menanggapi pernyataan Amien Rais yang viral di media sosial terkait pasangan Prabowo-Tedy.
Jhoni yang saat ini sedang berkiprah di Jakarta menegaskan bahwa video yang diunggah Amien Rais tersebut merupakan berita bohong (hoaks) dan tidak memiliki dasar yang kuat. Pernyataan tegas ini disampaikannya pada Senin (4/5/2026).
“Pernyataan Amien Rais semakin ekstrim dan tidak lagi berpijak pada rasionalitas,” kesal Jhoni.
Sebagai tokoh masyarakat atau Kapita Tanah Besar Halmahera, Maluku Utara, Jhoni menilai bahwa kritik yang disampaikan dalam video tersebut sudah melampaui batas dan masuk dalam kategori narasi fitnah.
Menurutnya, kritik dalam sistem demokrasi adalah hal yang wajar dan diperlukan, namun harus disampaikan dengan data dan argumentasi yang jelas, bukan berdasarkan asumsi liar atau gosip yang berpotensi merusak reputasi seseorang.
“Kritik tersebut harus disampaikan dengan data dan argumentasi yang jelas, bukan melalui asumsi liar, gosip, atau inisiatif yang berpotensi merusak nama baik,” tegasnya.
Jhoni menilai pernyataan dalam video tersebut telah menyeret isu moralitas pribadi tanpa bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, hal ini dinilai telah mencoreng nama baik dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya di ruang publik.
Sebagai tindak lanjut, Jhoni memastikan akan mengambil langkah hukum dengan melaporkan atau mempolisikan kasus tersebut terkait penyebaran video viral yang dinilai merugikan itu.
“Kami akan menempuh langkah hukum yang akan ditentukan atas video viral yang diunggah Amien Rais,” pungkasnya.#jojo












