Swaramalut.com, Halbar – Calon wakil Bupati Halmahera Barat (Halbar) nomor urut 3 Pendeta Alpinus K , mengakui ada ketakutan lawan politik saat dirinya hadir mewakili wilayah Kecamatan Ibu – Loloda mendampingi Ahmad Zakir Mando dengan akronim Zaman -Pay di Pilkada Halbar serentak 2020.
Menurut Pdt Alpinus saat ditemui sejumlah wartawan usai Kampanye di Desa Guaemaadu Kecamatan Jailolo, 07 Oktober, mengatakan, terkait dengan isu dirinya lemah dalam mendulang suara diwilayah Ibu – Loloda, itu merupakan bentuk ketakutan dari lawan politik kami (Zaman -Pay).
“Sehingga menyebarkan fitnah berbentuk provokasi cara gelap dari lawan politik kami (Zaman-Pay) dan tidak dapat dibuktikan secara akurat,” ungkapnya.
Untuk itu, lanjut Cawabup yang diusung partai Golkar dan PKS, diharapkan kepada masyarakat Halbar pada umumnya agar bersabar dan teguh pada dukungan Zaman – Pay.
“itu sangat lah mustahil, bila dirinya selaku seorang Pendeta sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan Sinode dan pernah menjadi anggota DPR 3 Periode jika tidak memiliki basis,” kata Pdt Alpinus.
Bahkan lanjut Pdt Alpinus, suara yang mengantarkan dirinya di parlemen 3 Periode mayoritas dari Ibu dan Loloda, karena selain sudah memiliki simpul juga memiliki keluarga Besar serta jemaat yang tersebar di wilayah Halbar.
“Jadi para pendukung Zaman – Pay tidak perlu menanggapi isu semacam itu, Karena dukungan suara dari wilayah Ibu dan Loloda cukup untuk menopang kemenangan Pak Zakir dan saya pada 9 Desember nantinya,” ujarnya.
Oleh karena itu, diharapkan kepada para pendukung Zaman – Pay, tetap bekerja sesuai dengan motto kami, yakni Sehati sepikiran, segerakan, untuk merai kesukses masyarakat dan daerah yang lebih baik di tahun mendatang.
“Karena dalam momentum politik 2020 ini, Zaman – Pay bakal menunjukan cara serta hasil berdemokrasi yang sehat dan baik di wilayah Halbar guna menjawab cita-cita dan keinginan masyarakat yang suda lama dibelenggu,” ucapnya.
Pdt Alpinus juga menambahkan, dirinya maju sebagai calon Wabup di Pilkada Halbar 2020 mendampingi AZM, karena kami memiliki niatan yang sama, yaitu tidak lain hanyalah memperbaiki daerah atas terpuruknya birokrasi karena lemahnya kepemimpinan saat ini.
“Saya cukup baik mengenal Pak Ahmad Zakir Mando, dia itu orang baik, dan kalau bukan Pak Zakir, saya tidak akan mau mendampinginya,” terangnya. #chull












