Swaramalut.com, KEPSUL – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara (Malut) , angkat bicara terkait dugaan adanya Bantuan Sosial Tunai (BST) yang “disunat” alias dipotong oleh oknum Pendamping dan E- Warung di Desa Wailau Kecamatan Sanana.
Menurut Ketua GMNI Kepsul, Riski Leko, praktik pemotongan BST itu sudah merupakan perbuatan melawan hukum, apalagi pemotongan itu dilakukan saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
“Karna, Kementerian Sosial (Kemensos) sudah melakukan kerja sama dengan pihak kepolisian agar setiap bantuan pemerintah untuk warga tidak dipotong,” ungkapnya, kepada swaramalut.com, Ahad, 27 Maret 2022.
Tetapi yang terjadi di lapangan masih terdapat pemotongan yang dilakukan oleh oknum Pendamping dan E- Warung yaitu Toko Indoraya terhadap penerimaan bantuan ditengah PPKM.
“Pemotongan yang dilakukan berbagai cara mulai dari permainan harga jual barang diantaranya harga beras,” kata Riski.
Riski bilang, bahkan salah satu item barang yang disediakan E- Warung berupah beras dengan dua merek dan harga yang berbeda yakni selisih harga Rp 10.000 inikan aneh.
“Sementara berdasarkan keterangan salah satu penerima bantuan mengatakan oknum Pendamping yang diduga melakukan pemotongan dengan mengunakan ancaman, bila mana tidak mau dipotong maka bantuan berikutnya tidak lagi dimasukkan nama sebagai penerima bantuan,” jelasnya.
Jadi lanjut Riski apa yang terjadi sangat disayangkan, dan berharap pihak terkait dapat mengambil langkah cepat agar warga penerima manfaat tidak lagi dikorbankan seperti yang terjadi ini.
“Dan Dinas Sosial (Dinsos) Kepsul seharus melakukan sosialisasi kepada warga penerima manfaat, dimana BST tidak ada pemotongan dari E- warung maupun pihak – pihak yang mengatasnamakan petugas, karna itu merupakan hak kalian (warga penerimaan manfaat) sehingga praktik potong – memotong batuan tidak lagi terjadi,” ujar Riski.
“Untuk itu, pihak berwajib dalam hal ini pihak Kepolisian harus mengusut terkait dugaan pemotongan BST yang dilakukan oknum Pendamping dan E- Warung,” pinta Riski. #dn/red












