Swaramalut.com TERNATE- Orang tua siswa keluhkan pintu masuk pagar Sekolah Dasar (SD) Negeri 55 Kota Ternate yang rusak. Keluhan orang tua siswa ini bukan tak beralasan. Sebab, sudah ada korban jiwa yang dialami siswa SDN 55 ini, karena pintu pagar sekolah yang rusak sudah lebih kurang satu tahun, belum juga diperbaiki.
Akibatnya, ada seorang siswa saat keluar terburu-buru dari halaman sekolah, langsung menerobos jalan raya, karena tidak ada pintu pagar yang bisa jadi penghalang. Akibatnya, siswa tersebut berbenturan dengan sepeda motor yang tiba-tiba saja lewat, sehingga terjatuh. Peristiwa ini terjadi, Selasa (23/08/2023). Siswa tersebut pun mengalami memar dan luka lecet di sebagian anggota tubuhnya.
“Anak saya mengalami luka lecet dan memar di anggota tubuhnya. Yakni kepala bagian kanan mengalami bengkak, pipi sebelah kanan juga memar, lutut dan siku lecet,” jelas orang tua siswa kepada kedua ini, Kamis (24/08/2023).
Bahkan, saat kejadian, kata orang tua siswa ini, peralatan medis berupa Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di sekolah juga tidak ada. Misalkan betadin dan lainnya.
“Anak kami juga sampai hari ini belum bisa masuk sekolah lantaran masih pusing akibat benturan di bagian kepala. Dengan kejadian ini, aya berharap pihak Kepsek agar lebih perhatian, sehingga kejadian tersebut tidak lagi terjadi. Yakni pintu pagar sekolah harus secepatnya dipasang atau diperbaiki. Sehingga saat siswa pulang sekolah, pihak guru atau petugas sekolah gampang melakukan pengawasan,” harapnya.
Sementara orang tua siswa lainya, Syaiful membenarkan hal tersebut. Karena saat kejadian, Syaiful berada di lokasi jejadian ketika menjemput anaknya yang juga tercatat sebagai siswa SDN 55 Kota Ternate.
“Saat jemput anak, saya melihat anak tersebut langsung keluar dari pintu untuk menyeberang jalan tanpa pengawasan dari pihak sekolah. Tiba-tiba anak itu ditabrak motor hingga terpental,” kata Syaiful.
Syaiful juga sempat mempertanyakan pintu pagar sekolah yang tidak terpasang kepada Kepsek. Namun sempat terjadi adu argumentasi. Bahkan Syaiful juga mengancam akan mengadukan masalah ini ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate terkait kelalaian pihak sekolah. Dengan nada sedikit emosi, Syaiful juga sempat berkata, Kepsek seperti ini layak dievaluasi kinerjanya.
“Sekolah yang kami idolakan ini bukan semakin maju, melainkan terlihat kumuh dan kemudian Kepsek juga diduga tidak transparan terkait pengelolaan anggaran sekolah,” ujar Syaiful kepada media ini.
Ia juga mengakui, bahwa kejadian tersebut sebelumnya pernah terjadi. Namun dari sekolah tidak ada inisiatif untuk nemperbaiki pintu pagar yang rusak sudah cukup lama itu demi keamanan siswa.
“Saya selaku orang tua murid meminta kepada kepala Disdik supaya melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepsek SD Negeri 55 Kota Ternate,” tegasnya.
Menurutnya, yang bersangkutan seharusnya dievaluasi kinerjanya karena dinilai yang bersangkutan diduga kurang peduli dengan kondisi kemajuan sekolah.
“Contoh seperti petugas kebersihan dan penjaga sekolah yang dulu pernah ada. Kini kedua petugas tersebut sudah tidak ada lantaran gaji mereka (petugas red) tidak dibayarkan. Sehingga berdampak pada kebersihan serta kondisi sekolah yang tidak terawat,” kisahnya.
Sementara itu, Ketua Komite SD Negeri 55 Kota Ternate saat ditemui media ini, mengatakan, pihaknya juga angat sesalkan pintu pagar yang tak kunjung diperbaiki yang menyebabkan seorang siswa mendapat kecelakaan saat keluar dari halaman sekolah.
“Soal pagar itu pada saat rapat penerimaan raport Juni 2023 kemarin sudah pernah diusulkan, namun dari pihak sekolah berjanji, bahwa terkait hal itu nanti dikerjakan bulan September 2023,” cetusnya.
Ia menyebutkan, pintu pagar yang rusak itu sudah sekitar kurang lebih setahun dan itupun sudah diketahui kepsek, namun sampai sekarang ini belum juga diperbaiki demi keselamatan siswa ketika lagi berada di jam sekolah.
Selain itu, kata dia, untuk kegiatan yang dilakukan oleh pihak sekolah, ia selaku Ketua Komite tidak pernah dilibatkan. Kecuali ada hal terkit penandatanganan berkas administrasi.
“Dari sekolah sendiri tidak pernah libatkan saya sebagai ketua komite seperti pengecetan pagar atau yang lainya. Dan kegiatan itu saya ketahui nanti ada yang mau ditandatangani,” ucapnya.
Kepala SD Negeri 55 Kota Ternate, Ismiyati Abdullah, menanggapi hal tersebut, bahwa pada kejadian kemarin pihaknya tidak sempat mengawasi siswa lantaran lagi melayani tamu dari Disdik dan Puskesmas.
Ia berjanji, untuk pemasangan pintu pagar dianggarkan pada September 2023, namun akan dipercepat. Paling cepat Rabu pekan depan pintunya sudah bisa terpasang.
Kepsek menambahkan, terkait P3K, sebenarnya pihaknya sudah menyiapkan. Namun saat kejadian, kunci tempat obat-obatan disimpan staf sekolah karena lagi mengikuti kegiatan diluar.
“Kalau untuk Satpam, tidak ada dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Sehingga tidak ada keamanan di sekolah, karena gaji perbulan sebesar 1 juta rupiah,” tutupnya.#tim/red












