SwaraMalut.com, TERNATE – Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara memastikan proyek pembangunan tanggul di Desa Asmiro, Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara, akan segera tuntas dalam waktu dekat.
Hingga pertengahan September 2026, progres fisik pekerjaan infrastruktur tersebut dilaporkan telah menyentuh angka 95 persen. Pembangunan tanggul ini merupakan jawaban atas dinantikannya fasilitas pengaman pemukiman oleh warga setempat.
Karena, Pemerintah Desa Asmiro tercatat telah berulang kali mengajukan permohonan pembangunan sejak tahun 2014, dan baru dapat terealisasi oleh anggaran negara pada tahun anggaran 2026 ini.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Tanggul Asmiro, Lutfi Taher, mengungkapkan bahwa pelaksanaan proyek di lapangan sempat menghadapi tantangan geografis yang cukup berat.
“Kami mengakui pekerjaan ini memang mengalami kendala transportasi yang signifikan karena belum tersedianya akses jalan darat menuju lokasi,” ujar Lutfi saat memberikan keterangan pers kepada media di Ternate, Senin (21/9/2026).
Meski demikian, Lutfi menambahkan bahwa hambatan logistik tersebut dapat teratasi berkat sinergi yang kuat di lapangan.
“Melalui koordinasi dan sosialisasi yang baik dari pihak ketiga (kontraktor), tim direksi, serta dukungan penuh dari pemerintah desa dan masyarakat, pekerjaan tetap dapat berjalan lancar hingga saat ini” imbuhnya.
Di sisi lain, ketika dikonfirmasi mengenai isu pemanfaatan material lokal di sekitar lokasi yang diduga belum mengantongi izin resmi (ilegal), pihak BWS Maluku Utara tidak menampik hal tersebut.
Kebijakan ini diambil sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi material dari luar daerah akibat keterbatasan akses transportasi.
“Memang kami mengakui hal itu (penggunaan material lokal). Namun, material tersebut tidak diambil secara gratis. Kami tetap membayarkannya kepada masyarakat dengan tarif Rp200.000 per kubik sesuai permintaan mereka (warga),” jelas Lutfi yang saat itu didampingi oleh Direksi Fisik Tri Yatmoko dan Direksi Supervisi Sofyan Manopo. #chull/red











