SwaraMalut.com, TERNATE – Puluhan pemuda Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Maluku Utara, mewakili warga setempat ikut ambil bagian secara aktif dalam kegiatan Estafet Gam Ma Cahaya (Pawai Obor). Agenda sakral yang digelar oleh Kesultanan Ternate ini berlangsung khidmat pada Jumat malam, 16 Oktober 2026.
Lurah Rua, Ma’ruf M. Saleh, menyampaikan bahwa pawai obor keliling pulau ini merupakan bagian dari rangkaian besar Festival Legu Tara No Ate dan bagi masyarakat Ternate, tradisi Gam Ma Cahaya memiliki makna spiritual yang sangat mendalam dan disakralkan.
“Gam Ma Cahaya bukan sekadar arak-arakan obor biasa. Ini adalah simbol penerang spiritual, kebersamaan atau Babari, serta doa tulus bagi keselamatan seluruh masyarakat Ternate,” ujar Ma’ruf saat memantau langsung persiapan di pos persinggahan Kelurahan Rua.
Orang nomor satu Kelurahan Rua, juga mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada pihak panitia kesultanan karena telah memercayakan Kelurahan Rua sebagai salah satu pos penting dalam rute suci estafet tersebut.
Dan sebagai bentuk dukungan nyata, puluhan pemuda Rua dikerahkan untuk menerima api obor dari pos sebelumnya, dan mereka bertanggung jawab melanjutkan estafet tersebut ke pos persinggahan berikutnya hingga mencapai garis finis di Kedaton Kesultanan Ternate.
“Keterlibatan Kelurahan Rua tidak berhenti sampai di situ, pihak Kesultanan Ternate juga memberikan kepercayaan kepada warganya untuk berpartisipasi dalam ritual budaya lainnya, yaitu Kololi Kie Mote Ngolo (keliling gunung melalui jalur laut), yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 18 Oktober 2026 mendatang,” tutur Ma’ruf. #chull/red











