Swaramalut.com, TERNATE – Kegiatan Forum Perangkat Daerah (FPD) dan Musrenbang RKPD Kota Ternate tahun 2023 yang dibuka Walikota Ternate, Rabu kemarin, ditutup secara resmi oleh Wakil Walikota (Wawalkot) Ternate Jasri Usman, menutup secara resmi kegiatan Kamis, 24 Maret 2022.

Kegiatan yang digelar Badan Perencana Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Ternate dilangsungkan di Royal Hotel itu mengakat tema ‘peninngkatan Infrastruktur dan Percepatan Pemulihan Ekonomi melalui daya saing Industri Kreatif serta mendorong Tumbuhnya UMKM dan IKM’, dan dihadiri oleh para Asisten, Staf Ahli, Kepala Badan dan Kepala Dinas lingkup Pemkot Ternate.

Kepala Bappelitbangda Kota Ternate Rizal Marsaoly dalam sambutannya, mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan ini bagaiman Pemkot menjaring aspirasi yang berkembang di masyakat melalaui instrumen pelaksanaan musrembang yang telah digelar mulai dari di tingkat kelurahan, kecamatan, maupun tingkat Kota pada hari ini.
“Jadi kegiatan di hari pertama bagaiman mengkompilasi renja OPD dengan hasil yang disepakati di tingkat kelurahan,” katanya.
Dan ada tiga ouput yang merupakan keluaran dari musrembang Kelurahan yang pertama adalah sejumlah program kegiatan prioritas yang disepakati untuk dibiayai menggunakan pola swadaya masyatakat, pembiayaan mengunakan Dana Pembangunan Kelurahan (DPK) dan pembiayaannya mengunakan APBD, atau melalui program kegiatan yang disenergikan dengan renja OPD.
“Namun kegiatan (Musrenbang) pada harian fokusnya pada 3 kegiatan perioritas pembangunan sebagaimana temanya dengan serapan anggaran sebesar Rp. 323.848.133.858,” terang Rizal.
Mantan Kadispar Kota Ternate bilang, tiga program perioritas pembangunan yang dimaksud adalah 1. Pembangunan Infrastruktur Dasar Pada Wilayah Moti, Hiri dan Batang Dua, 2. Pengembangan Iklim Usaha Yang Kondusif Serta Peningkatan Daya Saing Industri Kreatif, UMKM dan IKM dan 3. Mendorong kemudahan Akses Pasar Bagi Masyarakat Wilayah
Moti, Hiri, dan Batang Dua.
“Memang Musrenbang kali ini agak sedikit berbeda tetapi tidak mengurangi subatansi atau semangat dari pelaksanaan musrembang ini sesuai OPD atau sistem perencanaan pembangunan dan sudah sesuai Sistem perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) nomor 25 tahun 2014,” ujarannya.
Lanjut Mantan Kadis Tata Kota Ternate, Dari Musrembang Kota tadi itu menghasilkan beberapa program kegiatan yang sudah dikaitkan atau ditarik benang merahnya dengan 8 misi yang ada dalam RPJMD Ternate Mandiri dan berkeadilan.
“Bahkan tarikannya sudah dapat untuk implementasi penguatan terhadap 14 program prioritas RPJMD melalui 3 isu yang menjadi penguatan pentahapan untuk 2023 nanti kami sudah dapat,”ujar Rizal.
Tambahnya, Tetapi setelah Musrenbang, Bappelitbangda Kota Ternate masih membuka ruang kepada pihak Kecamatan, Kelurahan atau perwakilan untuk memasukkan usulan- usulan sebelum penandatanganan RKPD yakni selama 2 pekan,” ucapnya, dan mengundang secara resmi kepada Wakil Walikota Jasri Usman untuk memberi sambutan sekaligus menutup kegiatan.

Walikota Jasri Usman dalam sambutannya, setelah kurang lebih 2 hari, yang diawali dengan pembukaan acara, dilanjutkan dengan pembahasan di tingkat kelompok diskusi, sesuai dengan bidang perencanaan, dan pemaparan dari pemangku kepentingan dan praktisi profesional, maka pada sore hari ini sampailah kita pada acara Penutupan.
“Dari hasil pelaksanaan kegiatan tentunya telah menghasilkan rumusan-
rumusan program prioritas, sekaligus melakukan kompilasi dan sinergitas usulan Musrenbang Kecamatan dengan RKPD Kota Ternate Tahun 2023,” tuturnya.
Perumusan tersebut diatas, bertujuan untuk menyelaraskan Rencana Program dan Pendanaan, serta Indikator dan Target Kinerja masing-masing Perangkat Daerah, ke dalam rancangan RKPD Kota Ternate Tahun 2023. Dan dengan memperhatikan kondisi aktual, urgensi dan kebutuhan yang berkembang, akhirnya menyepakati hasil sinkronisasi RKPD.
“Oleh karena itu, dengan mengakomodir berbagai aspirasi, ide
dan gagasan yang telah berkembang, baik pada Forum Perangkat Daerah dan Musrenbang RKPD, menjadi catatan penting bersama untuk dapat menyempurnakan dokumen
Rancangan RKPD Kota Ternate Tahun 2023,” jelasnya.
Jasri juga bilang, kegiatan ini merupakan semangat saya dan Walikota Ternate DR. M.Tauhid Soleman, bersama para pemangku kepentingan, yang pada tujuan akhir, akan menjadikan dokumen ini sebagai dokumen yang benar-benar
terencana dan terukur sesuai dengan janji-janji kampanye kami berdua.
“Maka dari itulah, dokumen RKPD Kota Ternate diharapkan akan menjadi buku panduan perencanaan tahunan yang
terukur, efektif, dan tepat sasaran,” ungkapnya, sekaligus menutup secara resmi kegiatan FPD dan Musrenbang RKPD Kota Ternate tahun 2023.

Sekadar di ketahui rekapitulasi 8 Misi
Total serapan anggaran Rp. 1.973.122.223.957 dan 14 Program perioritas Pemkot Ternate tahun 2023 dengan total serapan anggaran Rp.1.973.122.223.956, dengan rincian sebagai berikut :
8 Misi Pemkot Ternate
1. Menciptakan Kemandirian Ekonomi Masyarakat, Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Regional, serapan anggaran Rp. 322.922.471.447.
2. Terciptanya Tata Kelola Pemerintahan yang Ekstraktif dan responsif, serapan anggaran Rp.232.422.503.573,
3. Meningkatkan kemampuan Daerah Dalam Penyediaan Pelayanan Publik Yang Berkualitas, serapan anggaran Rp. 722.425.523.382,
4. Menumbuh-kembangkan Kelembagaan Sosial
Dalam Bingkai 7 Nilai Kebudayaan Ternate (kie se Gam Magogugu Matiti Tomdi), serapan anggaran Rp. 63.549.382.725,
5. Setiap Warga Memiliki Hak Dan Kesempatan Yang Sama Dalam Berekonomi, serapan anggaran Rp.21.720.728,654,
6. Setiap Warga Masyarakat Memiliki Hak Dan Kesempatan Yang Sama Dalam Memperoleh Pelayanan Sarana Prasarana Perkotaan, serapan anggaran Rp. 526.026.308.290,
7. Daerah Melindungi Masyarakat Yang Kurang Mampu, serapan Rp. 75.785.539.096 dan
8. Daerah Memberikan Ruang Untuk Tumbuh Dan Berkembangnya Budaya Masyarakat Dengan Memperhatikan Sistem Nilai Dan Norma Sosial, serapan anggaran Rp. 8.269.766.790.
14 Program perioritas Pemkot Ternate tahun 2023 yaitu :
1 Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Yang Profesional, serapan anggaran Rp. 35.840.511283,
2. Peningkatan kualitas Pelayanan Publik, serapan anggaran Rp. 987.942.209.784,
3. Pembangunan Infrastruktur Dasar Pada Wilayah Moti, Hiri dan Batang Dua, serapan anggaran Rp . 218.294.622.006,
4. Revitalisasi dan Penguatan Peran BUMD, serapan anggaran Rp. 1.550.000.000,
5. Optimalisasi Sumber sumber Penerimaan Daerah, serapan anggaran Rp. 29.969.773.183,
6. Pengembangan Iklim Usaha Yang Kondusif Serta Peningkatan Daya Saing Industri Kreatif, UMKM dan IKM, serapan anggaran Rp. 42.081.078.654,
7. Mendorong kemudahan Akses Pasar Bagi Masyarakat Wilayah
Moti, Hiri, dan Batang Dua, serapan anggaran Rp. 63.472.433.198,
8. Industrialisasi Pengolahan Sampah Secara Partisipatif, serapan anggaran Rp 32.948.965.909,
9. Konservasi Sumber Daya Air, serapan anggaran Rp. 75.878.503.826,
10. Perlindungan dan Pelestarian Cagar Budaya, serapan anggaran Rp.16.861.106.269,
11. Membangun dan Menghidupkan Entitas Keragaman Sosial Budaya Masyarakat, serapan anggaran Rp. 995.000.000,
12. Literasi dan Mitigasi kebencanaan, serapan anggaran Rp. 47.472.727.410
13. Pengembangan Kota Sebagai Pusat Informasi dan Konsolidasi Barang/Jasa, serapan anggaran Rp. 2.616.453.880 dan
14. Revitalisasi dan Penataan Pola Ruang Kota Yang Berkelanjutan, serapan anggaran Rp. 417.198.738.554. #chull/red












