SwaraMalut.com, TERNATE – Aneh bin Ajaib, di tengah pengetatan ikat pinggang dan kebijakan efisiensi anggaran yang gencar dikampanyekan oleh pemerintah pusat maupun daerah, langkah kontradiktif justru terlihat di Maluku Utara.
Anggaran peningkatan pelayanan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Chasan Boesoirie Ternate untuk tahun anggaran 2026 terpantau melonjak sangat tajam.
Berdasarkan data yang dihimpun dari halaman resmi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), BLUD RSUD Chasan Boesoirie mengalokasikan dana fantastis sebesar Rp63.418.500.000 untuk pos peningkatan pelayanan pada tahun 2026.
Angka ini berbanding jauh dengan pagu anggaran pada tahun 2025 yang hanya menyentuh Rp42.560.000.000. Dengan demikian, terjadi lonjakan atau kenaikan sebesar Rp20.858.500.000 (lebih dari 48 persen) dalam kurun waktu satu tahun.
Perbedaan nominal yang mencolok ini memicu tanda tanya di kalangan masyarakat, mengingat instansi pemerintah saat ini diwajibkan melakukan efisiensi dan memprioritaskan anggaran pada sektor-sektor yang krusial secara selektif.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada rilis resmi dari pihak manajemen rumah sakit mengenai rincian program kerja baru atau urgensi medis yang mendasari kenaikan anggaran pelayanan hingga puluhan miliar tersebut.
“Nanti kami buat rilis berita ya,” singkat Direktur RSUD CHasan Boesoirie Ternate, dr. Rosita Alkatiri saat dikonfirmasi media ini, Senin, 14 September 2026. #chull/red











