Swaramalut.com HALUT- Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Halmahera Utara yang berlokasi di Desa Kukumutuk, Kecamatan Kao, dijadwalkan segera diresmikan sekaligus pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Selasa, 22 September 2026.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Halmahera Utara, Andarias Masakke Panimba, menyampaikan hal tersebut kepada sejumlah awak media di Kantor Bupati pada Kamis, (17/9/2026).
Ia menjelaskan, saat ini pembangunan infrastruktur sekolah telah memasuki tahap penyelesaian, dan kesiapan calon peserta didik juga telah dipenuhi.
Dari hasil peninjauan yang dilakukan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sekretaris Daerah Halmahera Utara, serta jajaran Dinas Sosial memastikan kemajuan pembangunan berjalan sesuai rencana.
“Kesepakatan kita dengan PUPR, 5+1 gedung sekolah harus tuntas. Minimal Sekolah Dasar sudah selesai, begitu juga asrama yang menampung total lebih dari 300 orang,” ujar Andarias.
Secara rinci, sekolah ini akan menampung 270 siswa yang diasramakan terdiri dari 90 siswa tingkat SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Selain itu, terdapat 45 siswa pindahan dari sekolah rakyat rumah sejahtera Tobelo, serta 75 orang tenaga pendidik, wali asrama, dan pengasuh.
Penerimaan siswa dilakukan melalui penjangkauan ke seluruh wilayah Halmahera Utara, dengan sasaran utama keluarga golongan ekonomi desil satu dan dua yakni warga miskin dan sangat miskin.
Program ini merupakan amanat UUD 1945, di mana negara berkewajiban memelihara anak-anak dari keluarga fakir miskin dan terlantar, sebagaimana digagas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka.
Meski sebagian besar bangunan telah rampung, masih ada sejumlah fasilitas yang dalam tahap penyelesaian, antara lain kantin, aula, dan rumah ibadah.
“Pihak pelaksana berjanji, mudah-mudahan tanggal 20 September 2026 semua sudah selesai sempurna,” harap Andarias.
Ia menambahkan, Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, sangat memperhatikan perkembangan pembangunan sekolah ini dan menegaskan agar persiapan benar-benar matang sebelum diresmikan. (*)











