Swaramalut.com HALUT- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kabupaten Halmahera Utara, menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Etika Komunikasi di Media Sosial”.
Kegiatan yang bertujuan meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar ini dilaksanakan di lingkungan SMK Penabur Tobelo, pada Senin, 20 Juli 2026.
Acara ini dihadiri langsung oleh para siswa, dewan guru, serta jajaran pengurus dan anggota AWPI Halut. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai pentingnya menggunakan media sosial secara bijak, santun, dan penuh tanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini.
Rasyid Yamani selaku pemateri menjelaskan bahwa media sosial kini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda.
Ia mengajak para siswa untuk memanfaatkan platform digital sebagai sarana belajar, berbagi informasi yang bermanfaat, serta mengembangkan kreativitas tanpa melupakan prinsip etika berkomunikasi.
“Media sosial memberikan banyak manfaat apabila digunakan secara positif. Namun, setiap pengguna juga harus memahami etika berkomunikasi, menghormati orang lain, dan bertanggung jawab atas setiap informasi yang disampaikan,” jelas Rasyid.
Sementara itu, Ketua DPC AWPI Halmahera Utara, BerthJovi Pangkey, menyampaikan bahwa literasi digital bukan hanya sekadar mampu mengoperasikan perangkat teknologi, melainkan juga kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi serta memahami dampak dari setiap konten yang dibagikan ke ruang publik.
“Generasi muda harus menjadi pengguna media sosial yang cerdas. Sebelum membagikan informasi, pastikan terlebih dahulu kebenarannya. Hindari menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun konten yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain,” tegas BerthJovi.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang berjalan antusias. Para siswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari cara mengenali berita bohong, langkah menjaga keamanan akun pribadi, hingga tata cara berkomunikasi yang sopan di dunia maya.
Kepala SMK Penabur Tobelo, Tommy S. Pangi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang diambil AWPI Kabupaten Halmahera Utara.
Menurutnya, edukasi seperti ini sangat dibutuhkan peserta didik sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.
“Saya memberikan apresiasi kepada teman-teman AWPI yang telah berinisiatif melaksanakan sosialisasi ini. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi para siswa sebagai bekal dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi,” ujar Tommy.
Ia menambahkan, pendidikan etika bermedia sosial sangat penting untuk membentuk karakter peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu kebenarannya.












