banner 140x600
banner 140x600
SWARA DAERAHSWARA NASIONAL

Balitbangda dan Klaster Inovasi Atsiri Pala Malut Terpilih Ikut BIG 2019 Kemenristek/BRIN

94
×

Balitbangda dan Klaster Inovasi Atsiri Pala Malut Terpilih Ikut BIG 2019 Kemenristek/BRIN

Share this article
banner 336x280

Swaramalut.com – JAKARTA

Dalam rangka sinergi dan akselerasi peneliti/Akademisi, Bisnis, Pemerintah, Masyarakat serta Media (ABGCM), juga untuk meningkatkan kapasitas inovasi industri nasional, hilirisasi, dan publikasi produk inovasi, Kemenristek /BRIN menggelar Business Innovation Gathering (BIG) 2019, berlangsung, Kamis, 19 Desember 2019 di LIPI Ballroom, Gedung Widya Garaha Lt 2, Jl. Gatot Subroto, Jakarta.

Kegiatan ini sebagai bentuk pertanggung jawaban ke publik terkait hasil penguatan inovasi yang telah dicapai periode 2015-2019. Penyelenggaraan BIG 2019, dilaterbelakangi potensi inovasi dan daya saing nasional. Meliputi, sumber daya alam melimpah, peningkatan daya saing dan ekonomi bangsa, penurunan peringkat daya saing, dan kapabilitas ekonomi Indonesia.

BIG 2019 merupakan kegiatan pertama kali diselenggarakan Ditjen Penguatan Inovasi (PI). Dan berhasil mempertemukan 300 peserta lebih, masing-masing mewakili unsur ABGCM seluruh Indonesia.

Kegiatan BIG 2019 meliputi, innovation show dan innovation coaching. Adapun peserta meliputi, perwakilan KADIN, Dr. Ilham Habibie, pelaku industri, LPNK Ristek, PTNBH, CEO Start Up, Litbang, Venture Capital, asosiasi bidang pangan, kesehatan da obat TIK, inovator dan inventor, klaster inovasi yang diwakili kalaster inovasi PUD Pala Maluku Utara (Malut), klaster nilam Aceh dan kalster madu NTB, masyarakat umum dan media massa.

Kemudian, forum dialog terbatas yang dipandu host Tina Talisha, dengan pembicara dari pelaku R&D, yakni Gojek. Berikut, pameran start up dan produk unggulan inovasi, bidang pangan, kesehatan, dan obat serta TIK.

Poin penting yang dihasilkan BIG 2019, melalui kalster inovasi PUD Pala Malut, diantaranya, perama, perhatian Ditjen Penguatan Inovasi terhadap klaster Pala Malut sangat besar. Dam ahun 2020, akan tetap melajutkan klaster pala dengan investasi senilai Rp1 miliar, peralatan dan mesin untuk fraksinasi minyak atsiri pala dari BPPT, dan penguatan inovasi benih pala, berupa inovasi kultur jaringan perbanyakan benih pala. Melihat potensi sumberdaya alam yang dimiliki Malut, Ditjen PI melalui Plt Deputi Bidang Penguatan Inovasi, Dr. Jumain Appe menyampaikan, akan mendukung pengembangan industri kelapa terpadu di Malut tahun 2020.

Kedua, pihak industri produk pangan dan kosmetik yang diwakili PT Haldin, dan Martha Tilaar, menunjukan perhatian dan minat untuk menjalin kerjasama dengan klaster inovasi pala, untuk pengembangan bisnis produk pangan dan kosmetik berbasis pala (minyak atsiri, nutmeg butter dan pemanfaatan daging buah pala). Tindak lanjut dari pembicaraan kerjasama dengan PT. Haldin ini, tanggal 20 Desember 2019, tim klaster inovasi diundang untuk mengunjungi pabrik di kawasan industri Cibitung, Provinsi Jawa Barat.

Dari hasil kunjungan tersebut, diperoleh beberapa kesepakatan meliputi, pertama, PT. Haldin akan menfasilitasi pengujian mutu SNI dan komponen kimia penyusun minyak atsiri pala Malut. Kedua, PT. Haldin akan menindak lanjuti pertemuan ini dengan membuat kerjasama dengan klaster inovasi pala Malut, saat kunjungan ke Ternate.

Tiga, untuk detail bentuk kerjasama, PT. Haldin mengharapkan sample buah pala utuh untuk dianalisis komposisinya, guna melihat peluang inovasi produk pala ke depan.

Disamping kunjungan ke PT. Haldin di Cibitung, tim klaster juga mengunjungi UD. Cinta Damai di Ciherang, Sukabumi. Kunjungan ini sebagai bentk studi banding unit penyulingan minyak atsiri pala yang ada di Jawa Barat. Dari studi banding ini, ada beberapa point penting yang dapat diperoleh. Pertama, bahan baku biji pala diperoleh dari Sumatera dan Jawa Barat. Aada lima kelas biji pala yang digunakan sebagai bahan baku penyulingan minyak atsiri pala. Yakni pala bejo, pala polong, pala media, pala bolong, dan pala tua.

Kedua, peralatan penyulingan yang digunakan adalah tipe destilasi uap. Tiga, kapasitas produksi setiap kalai proses untuk kapasitas 2,3 ton, diperlukan waktu proses destilasi 30 jam. Empat, bahan bakar yang digunakan adalah oli bekas. Kelima, rendemen minyak atsiri pala yang diperoleh sebesar sebesar 10 sd 16 persen..#red

banner 336x280
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!