banner 140x600
banner 140x600
HUKUM/KRIMINALSWARA DAERAH

Gegara Persoalan DD, Warga Desa Foya Tobaru Dipolisikan, Bupati Didesak Turun Tangan

×

Gegara Persoalan DD, Warga Desa Foya Tobaru Dipolisikan, Bupati Didesak Turun Tangan

Share this article

Swaramalut.com HALSEL – Gara-gara (Gegara)persoalan Dana Desa(DD) Warga Desa Foya Tobaru, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara di laporkan ke Polres Hal-Sel oleh kades Foya tobaru Yunus Sulasi. Sabtu (11-05-2024).

Pasalnya, ada terjadinya insiden antara warga dengan Kades Yunus Sulasi di kantor Desa Foya Tobaru yang dipicu persoalan terkait pengunaan dana desa.

Perkelahian terjadi karena warga merasa geram dengan penggunaan dana desa yang dinilai tidak ada transparansi, Bahakan upah para Kaur Desa pun tidak di berikan sehingga para Kaur Mengundurkan diri.

Bahkan sikap kades pun dinilai cuek ketika para Kaur mempertanyakan upah mereka.

Hasil wawancara Media Swaramalut.com. Sabtu (11/05/2024) kepada Hendrik Puasa yang juga merupakan salah satu warga yang sementara berada di polres Halsel terkait Kronologis peristiwa itu mengatakan bahwa kejadian itu berawal dari warga mempertanyakan anggaran Dana Desa tahun 2022-2023 pada saat pihak DPMD dan Kades Yunus Sulasi membuat pertemuan di kantor desa bersama Warganya.

Lanjut Hendrik, Pada saat rapat, dirinya sempat mempertanyakan gaji kaur dan staf pemerintah desa serta DDS di tahun 2022-2023 yang penggunaannya tidak tahu di kemanakan. Namun Kadis DPMD pada saat itu langsung mengatakan bahwa dirinya belum tau secara pasti sebab dirinya baru menjabat sebagai Kadis.

Bukan hanya itu saja, warga juga menilai tanggapan yang di sampaikan kades dalam forum itu dinilai sangat tidak masuk akal bahkan kades juga mengeluarkan bahasa yang kurang bagus dengan wajah yang terkesan marah seolah-olah mengancam kepada satu warga yang juga adik ipar dari kades sehingga warga yang ada dalam pertemuan itu, merasa geram dan langsung melakukan aksi Pemukulan terhadap kades”ujar Hendrik.

Dari kejadian itu kemudianlah kades langsung melaporkan dirinya dengan sejumlah warga yang lain di Polres Halsel.

” kami warga hanya bertujuan agar dana Desa digunakan dengan baik kami sudah berupaya sejak lama agar pemerintah daerah bisa melihat keresahan kami mengawal dana desa yang ada”jelas Hendrik.

Hendrik juga menambahkan bahwa pihak polres Halsel saat menerima laporan dari kades langsung datang menjemput dirinya bersama 15 warga lainnya untuk dimintai keterangan”ungkapnya.

Dari kejadian itu, dirinya dan sejumlah Warga yang sementara menjalani pemeriksaan di mapolres Halsel berharap agar Pemerintah Daerah jangan menutup mata dan mendesak agar Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dapat melihat warganya yang terzholimi dengan pimpinan desa mereka.

” Harapan kami agar Bupati sebagai orang nomor satu di Halsel bisa turun tangan dan melihat kejadian warga desa yang sementara sedang menjalani proses hukum hanya disebabkan warga meminta pertanggungjawaban anggaran desa yang dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada” tutupnya mengakhiri.#rul/red.

banner 336x280
banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!