Swaramalut.com HALUT- Frustasi masyarakat akibat dari anjloknya harga kopra memberikan dampak signifikan terhadap angka partisipan di Gudang para juragan kopra. Ini membuat para bos kopra di Kota Tobelo merasa resa. Meskipun begitu, tidak dengan CV. Kanaan yang notabenenya sebagai pembeli kopra tetap terlihat hepi dan enjoy.
Sebab, aktivitas usaha CV. Kanaan pada sektor kopra asapan ini masih mengambil banyak simpatisan penjual kopra eceran dari berbagai daerah yang ada di Kabupaten Halmahera Utara. Bukan tanpa alasan masyarakat setempat memilih untuk menjual kopra di gudang asal Negeri Tinutuan tersebut.
Pemilik CV. Kanaan Freddy Mengatakan, harga yang diberikan kepada basis – basis penjual kopra dari perusahaanya itu bervariasi sesuai dengan kualitas kopra yang dimiliki oleh setiap penjual. Karena itu, harga standar yang diberikan olehnya pun tidak permanen.
“Untuk harga kopra itu ada yang sesuai kadar dan ada yang tidak. Karena itu saya memberikan harga kepada penjual ada Rp 6.700 dan 6.800 per kilogram. Di Sisi yang lain tergantung jumlah sak kopra dan kreatifitas bagi para penjual kopra,” jelasnya.
“Misalkan kalau penjual membawa kopra banyak dan minta pihak gudang untuk memberikan harga yang ditawarkan Rp 6.900 dan kita rasa cocok maka kita bisa berikan dengan harga itu,” tambah Freddy ketika diwawancarai sejumlah Wartawan, pada Rabu 8 Maret 2023.
Menariknya lagi dalam usaha CV. Kanaan, Freddy memberikan ruang diskusi kepada setiap penjual sesuai yang diinginkan untuk menetapkan harga kopra. Rahasia Freddy inilah membuat dirinya tidak hanya mendapatkan banyak partisipan penjual kopra melainkan memperoleh segudang keuntungan.
Selain itu, ia bertekad untuk membantu Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara dalam hal memberikan pelayanan harga kopra kepada masyarakat dengan baik. Sebab, masyarakat dan pemerintah setempat telah memberikan dukungan atas keberadaan CV. Kanaan dalam menjalankan usaha mikro di Halmahera Utara.
“Operasi CV. Kanaan ini memiliki beberapa simpul usaha di Kabupaten Halmahera Utara. Sebagian berada di Kecamatan Galela, Kecamatan Kao dan Kecamatan Tobelo. Semuanya fokus bermain dalam bidang usaha Kopra,” tutur dia.
Kopra yang diekspor ke Kota Bitung itu, kata Freddy, kebanyakan berasal dari daerah Kabupaten Halmahera Utara. Salah satu komoditas unggulan negeri Halmahera Utara tersebut terbukti sudah memberikan kontribusi besar terhadap pasar.
“Terima kasih kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara serta para pelanggan penjual kopra yang terus memberikan kontribusi penjualan. Semoga para penjual kopra di Daerah ini terus meningkatkan kerja sama dengan CV. Kanaan,” pungkasnya.#jojo











