Swaramalut.com SOFIFI – Pemerintah saat ini akan gencar dalam penanggulangan penyakit stunting pada anak, dengan berbagai upaya penanggulangan yang gencar, sehingga dapat menekan angka kasus stunting.
Untuk menekan kasus stunting di Maluku Utara(Malut), M.Al Yasin Ali yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Malut menekankan perlunya menggalang komitmen lintas sektor dan seluruh lapisan masyarakat, menggerakkan tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, aktivis, dunia usaha, dan organisasi masyarakat untuk mendukung pencegahan stunting.
“Dan yang tidak kalah penting adalah menggalakan seluruh masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, serta memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan balita. Dengan dukungan dan komitmen semua pihak kita optimis tahun 2022-2023 ini, kasus stunting di Malut bisa ditekan,” kata Wagub usai menerima kunjungan dari BKKBN Malut, Rabu(18/5/2022).
Dikatakan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis. Terutama pada periode emas 1.000 hari pertama kehidupan anak. Stunting juga menghambat perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.
“Permasalahan yang menjadi kekhawatiran utama bukan terletak pada ukuran tinggi badan, akan tetapi yang mendapat perhatian utama adalah efek yang ditimbulkan dari kasus stunting karena gizi buruk yang terjadi pada balita ini dalam jangka panjang sulit untuk diperbaiki seperti terjadi gangguan kognitif yang menyebabkan penurunan kecerdasan dan rentan terhadap penyakit, serta berisiko mengalami penyakit tidak menular (PTM) saat dewasa,” tandasnya.
Agar program penanggulangan dalam menurunkan angka stunting terealisasi, lanjut Wagub perlu adanya keterlibatan semua pihak, karena untuk stunting peran sektor kesehatan hanya 30%. Sedangkan 70% harus melibatkan sektor lainnya, seperti sektor pangan, pertanian, permukiman, agama, pendidikan serta sektor lainnya.
“Komitmen Pemprov Malut dalam penanggulangan stunting patut mendapat dukungan dari semua pemangku kepentingan. Termasuk dari BKKBN yang fokus dalam pengembangan pembangunan keluarga. Sinergi antarpemangku kepentingan dalam penanggulangan stunting di Malut diharapkan terjalin secara baik sehingga, hasilnya akan lebih optimal. Dalam kaitan sinergi ini, pentingnya menyelaraskan program yang tidak tumpang tindih di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional,” paparnya mengakhiri.. #tim/red











